KITAINDONESIASATU.COM – Empat anggota DPR-RI yang rumahnya di jarah massa beberapa hari terakhir antara lain Ahmad Sahroni dari Partai Nasdem, Eko Patrio dari PAN, Uya Kuya PAN dan Nafa Urbach dari Partai Nasdem memiliki kekayaan milayaran rupiah.
Namun dari empat anggota DPR-RI itu Ahmad Sahroni yang memiliki kekayaan paling banyak, dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) 2024, Sahroni memiliki harta senial Rp328.914.784.272.
Sedangkan Eko Patrio atau Eko Hendro Purnomo memiliki kekayaan sebesar Rp131.523.034.947, kemudian Uya Kuya yang memiliki kekayaan sebesar Rp75,59 miliar disusul kemudian Nafa Urvach dengan kekayaan sekitar 20 miliar atau tepatnya Rp20.201.480.026.
Keempat anggota DPR-RI itu bernasip siap lantaran ucapan dan tindakannya dianggap melecehkan masyarakat Indonesia sehingga pada Sabtu (30/8/2025) hingga Minggu (31/8/2025) dini hari rumahnya ludes dijarah massa saat berlangsungnya aksi demo di sejunlah tempat di Jakarta.
Rumah anggota wakil rakyat ini menjadi sasaran emosi dan amarah warga sehingga seisi rumahnya diobarak abrik dan dan harta benda mereka dijarah massa hingga ludes.
Aksi nekat demontran menjarah dan merusak perabotan rumah mereka sebagai aksi kekecewaan terhadap kininerja pemerintah terutama para anggota DPR-RI.
Kemarahan lain juga dipicu pernyataan Ahmad Sahrono yang menggunakan istilah paling totol didunia kepda demonstran yang menginginkan pembubaran DPR-RI.
Hingga puncaknya terjadi meninggalnya seorang driver ojek online (Ojol) Affan Kurniawan yang tewas ditabrak dan dilindas kendaraan rantis milik Brimob saat aksi demonstrasi besar-besaran di Gedung DPR-RI Kamis, 28 Agustus 2025.
Berikut ini rangkuman kekayaan para anggota DPR-RI itu:
Ahmad Sahrono – anggota NasDem
Total harta dari LHKPN 2024 senilai Rp139.589.309.000
Terdiri dari:
Alat transportasi senilai Rp38.132.000.000
Harta bergera Rp107.733.500.000
Surat berharga Rp60.000.000
Kas Rp78.357.375.541.
Utang Rp34.957.400.269
Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio – PAN
Total harta dari LHKPN 2024 sebesar Rp 131.523.034.947
Terdiri dari:
Tanah dan bangunan senilai Rp166.034.636.000
Mobil mewah senilai Rp5.594.214.000.
Harta bergerak Rp1.213.150.000
Kas Rp8.440.193.145
Harta lain Rp1.710.240.636
Utang Rp51.469.398.834.
Uya Kuya – Partai Nasdem
Total harta dari LHKPN 2024 sebesar Rp75,59 miliar
Terdiri dari:
Harta bergera Rp2,87 miliar
Kas dan setara kas Rp5,06 miliar
Harta lainnya senilai Rp2,1 miliar
Sepeda Brompton total sekitar Rp248 juta
Tidak menyerahkan harta tanah dan bangunan
Nafa Urbach – Partai NasDem
Total harta dari LHKPN 2024 senilai Rp20.201.480.026
Terdiri dari:
Tanah dan bangunan seluas 108/90 m2 di Malang senilai Rp700 juta
Tanah seluas 784 m2 Kota Malang senilai Rp850 juta
Mobil HRV Prestige 2015 senilai Rp215 juta
Mercedes BenZ E200 2022 senilai Rp935 juta
Harta bergerak lain sebesar Rp13,5 miliar
Surat berharga Rp300 juta
Kas dan setara lainnya Rp3,7 miliar.
Dari empat anggota tersebut di atas dua anggota DPR-RI dari Nasdemo menon aktifkan keduanya yakni Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dinonaktifkan dari Fraksi Partai NasDem tertanggal 31 Agustus 2025.
Keputusan tertuang dalam siaran pers yang ditandatangani Surya Paloh dan Sekjen Partai NasDem Hermawi F Taslim disebarluaskan Minggu, 31 Agustus 2025.
Begitu juga dengan Eko Patrio dan Uya Kuya terhitung Senin, 1 September 2025, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya dinonaktifkan dari keanggotaan DPR RI oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (PAN). **

