“Ini sangat merugikan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2025,” katanya.
Ia sendiri, berencana memanggil General Manager Pertamina Patra Niaga dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI untuk membahas langkah-langkah konkret guna mengatasi kelangkaan tersebut.
“Saya akan mengkoordinasikan dengan kementerian untuk mencari solusi bersama. Jika perlu, akan melaporkan ke Pertamina Pusat dan BPH Migas,” ungkapnya.
Syafruddin menekankan pentingnya tindakan tegas dalam hal ini dan menyarankan adanya perubahan dalam pola pengawasan distribusi elpiji.
“Pengawasan harus datang dari komitmen pimpinan. Jika tidak ada perbaikan, kita perlu mempertimbangkan pergantian pejabat yang bertanggung jawab,” tandasnya.***



