“Pendidikan bukan hanya soal pelajaran di kelas, tapi juga bagaimana siswa memahami pentingnya pengelolaan sampah. Kami sangat mendukung jika ke depan ada penyuluhan soal lingkungan sebagai bagian dari pembelajaran,” kata Irman.
Ia berharap program ini dapat terus bersinergi dengan kebijakan pemerintah dan menjangkau lebih banyak sekolah, baik negeri maupun swasta.
Kepala SMKN 3 Kota Bogor, Tatang Komarudin menilai, program ini sangat bermanfaat dalam membentuk karakter siswa agar terbiasa membuang sampah pada tempatnya serta memilah sebelum dibuang.
“Dari sampah yang sudah dipilah, masih ada nilai produktif. Ini bisa dijual dan menjadi penghasilan tambahan bagi siswa, sekaligus melatih kepedulian mereka terhadap kebersihan sekolah dan lingkungan rumah,” ucap Tatang. (Nicko)

