Kabar ini menuai beragam komentar dari warganet. Sejumlah akun menilai kasus ini mencurigakan dan merugikan siswa. “Perlu audit semua ketika SPMB, pasti ada jalur titipan, karena jumlah dapodik SMA max. 36 kok, pas pengumuman jadi 42 kan aneh,” tulis akun @f.rayn7_atm. Akun lain pun menambahkan, “Korbannya selalu anak-anak,” kata @janttadinara.
Warganet lain juga mempertanyakan mengapa masalah ini baru terungkap setelah siswa menjalani hampir setengah semester. “Kan ini udah hampir setengah semester, masa sih baru ketahuan gak ada datanya,” ungkap akun @erika_fitriani28. Bahkan ada yang menuding pihak sekolah tidak transparan.
“Oknumnya dari dalam, malah murid-muridnya yang dikeluarkan,” tulis akun @the.killer.behind.you.
Sementara itu, akun @wandiansyahsc menegaskan, “Lah gimana itu, udah dapat seragam, udah ikut pembelajaran, kok bisa dibilang gak ada di dapodik.


