NewsBerita Utama

6.500 Warga Miskin Jakarta Berkurang, Pramono Anung Bawa Kabar Mengejutkan!

×

6.500 Warga Miskin Jakarta Berkurang, Pramono Anung Bawa Kabar Mengejutkan!

Sebarkan artikel ini
WARGA MISKIN
Dok. Warga miskin di Jakarta.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menyatakan posisi IPM Jakarta masih berada dalam kategori sangat tinggi. Bahkan, dalam lima tahun terakhir, indikator pembangunan manusia di Ibu Kota terus memperlihatkan tren peningkatan.

Berikut perjalanan IPM Jakarta:

  • 2022: 82,77
  • 2023: 83,55
  • 2024: 84,15
  • 2025: 85,05
  • 2026: 85,88

Jika dibandingkan dengan 2022, IPM Jakarta kini bertambah 3,11 poin. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh komponen pembentuk IPM, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan.

“Peningkatan pada tahun 2026 terjadi pada seluruh indikator penyusunnya, baik indikator kesehatan, pendidikan, maupun pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan,” jelas Kadarmanto di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Salah satu indikator yang ikut menunjukkan perbaikan adalah sektor kesehatan. BPS mencatat Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir di Jakarta pada 2026 mencapai 76,44 tahun.

Angka tersebut meningkat 0,17 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Artinya, bayi yang lahir di Jakarta pada 2026 diperkirakan memiliki rata-rata harapan hidup hingga 76,44 tahun.

Kenaikan ini menjadi salah satu gambaran membaiknya kualitas kesehatan masyarakat. Namun, tantangan pemerintah daerah belum selesai. Penurunan kemiskinan dan peningkatan IPM tetap harus diikuti pemerataan kesejahteraan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan seluruh warga Jakarta. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *