KITAINDONESIASATU.COM – Warga Batam digemparkan dengan lepasnya puluhan buaya dari penangkaran di wilayahnya. Anggota DPR RI turun tangan bagaimana mengatasi masalah sebanyak 39 buaya yang lepas itu.
Hewan buaya termasuk hewan berdarah dingin atau buas. Buaya hidup di darat dan air. Hewan ini rata-rata panjang tubuhnya 5-7 meter dengan berat melebihi 1.200 Kilogram. Makanan buaya adalah daging.
Dari banyak kasus, terutama di daerah-daerah yang ada rawa-rawa dan sungai, warga menjadi korban atas kebuasan buaya. Seperti yang terjadi di perairan Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dua orang tewas diserang buaya, baru-baru ini.
Anggota DPR RI, Endipat Wijaya bersama Ketua DPRD Kepri, Iman Setiawan dan anggota DPRD lainnya mengunjungi lokasi di mana 39 buaya lepas dari penangkaran Pulau Batam itu.
“Kita sudah memiliki langkah-langkah sebagai solusi, dan nanti teman-teman dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan), yang akan memberikan keterangan terkait, ujar Endipat, Jumat, 31 Januari 2025.
Menurutnya, keberadaan perusahaan penangkaran buaya tersebut punya nilai positif bagi masyarakat sekitar, yakni dapat memberikan lapangan pekerjaan. Penanangkaran juga jadi penampungan buaya liar yang ditangkap oleh warga.
“Untuk manfaatnya, jelas banyak ya, warga lokal bekerja di sini. Juga ada buaya-baya di alam liar hasil (tangkapan warga) yang ditampung di sini,” ucapnya.
Pihaknya mengingatkan kepada perusahaan penampung buaya agar menerapkan prosedur operasional standar (SOP) yang baik. Sehingga ke depan tidak terulang lagi hal seperti ini.
“Ke depan terpenting SOP-nya harus diperhatikan dan harus dijalankan dengan lebih baik,” ucapnya. (*)

