KITAINDONESIASATU.COM – Kerja keras tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD dalam mencari korban longsor di Gunung Kuda Cirebon membuah hasil. Petugas menemukan empat jasad warga yang dilaporkan hilang akibat tertimbun, Sabtu 31 Mei 2025 sore. Total korban tewas mencapai 17 orang dan delapan hilang.
Keenmpat korban tewas yang ditemukan dikenali sebagai warga sekitar yang kerja sehari-hari menambang batu alam. Mereka masing-masing Sakira, 44, Sanadi, 47, dan Sunadi, 30.
Kapolresta Cirebon, Kombes Sumarni, menyatakan bahwa ketiga korban yang ditemukan telah berhasil diidentifikasi. Ketiganya merupakan laki-laki yang diketahui sebagai pekerja tambang di kawasan tersebut.
Korban pertama ditemukan sekitar pukul 16.34 WIB, kemudian dua lainnya menyusul ditemukan dalam selang waktu 30 menit. Ketiganya ditemukan dalam jarak yang cukup berdekatan.
Seluruh jasad korban ditemukan dalam kondisi utuh hingga membantu proses identifikasi. Ketiga jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Arjawinangun untuk proses lebih lanjut dan penyerahan kepada keluarga.
Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M Yusron menambahkan proses pencarian terus dilakukan secara hati-hati. Salah satu tantangannya adalah keberadaan batu besar yang menghalangi area dugaan tertimbunnya korban.
Pasca longsor terjadi seluruh aktivitas tambang di Gunung Kuda telah dihentikan dan ditutup secara permanen oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, atas perintah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sebelumnya longsor yang merenggut belasan jiwa itu terjadi pada Jumat (30/5) sekitar pukul 10.00 dan menimpa dua puluhan penambang yang ada di lokasi.




