KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) setelah sebanyak 210 siswa dari berbagai sekolah dasar dan menengah pertama di wilayah tersebut diduga mengalami keracunan makanan. Insiden ini terjadi usai para siswa mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim menyatakan bahwa ratusan siswa tersebut mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, dan sakit perut setelah menyantap menu MBG yang disediakan oleh satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Puluhan siswa dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit di Kota Bogor.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Bogor telah mengambil langkah cepat dengan menetapkan status KLB untuk mempermudah penanganan dan pencegahan meluasnya kasus keracunan ini.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, termasuk meneliti sampel makanan dan proses distribusinya guna mengetahui penyebab pasti keracunan.
“Kami memastikan seluruh biaya pengobatan siswa yang terdampak akan ditanggung oleh Pemkot Bogor,” ujar Dedie, Minggu (11/5/2025).
Pemkot juga tengah melakukan pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang menerima menu MBG dari SPPG yang sama untuk mengidentifikasi potensi adanya kasus serupa. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah.(*)


