KITAINDOENSIASATU.COM – Lebih dari seratus orang dilaporkan tewas di berbagai wilayah India akibat sambaran petir dan badai hebat yang melanda dalam beberapa hari terakhir. Negara bagian Bihar dan Uttar Pradesh menjadi wilayah yang paling parah terkena dampak, dengan laporan puluhan korban jiwa dan banyak lainnya mengalami luka-luka.
Menurut laporan dari pejabat setempat, sebagian besar korban adalah petani dan pekerja lapangan yang sedang berada di luar ruangan saat badai tiba-tiba melanda. Hujan deras disertai angin kencang dan petir yang menyambar tanpa ampun menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur, termasuk rumah, tiang listrik, dan pepohonan tumbang.
Pemerintah daerah di wilayah terdampak telah mengaktifkan tim tanggap darurat dan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal serta bantuan medis bagi yang terluka. Upaya penyelamatan dan evakuasi masih terus dilakukan di beberapa daerah yang sulit dijangkau akibat banjir dan jalanan yang tertutup puing-puing.
Departemen Meteorologi India (IMD) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem, namun intensitas badai dan petir kali ini di luar perkiraan. Para ahli meteorologi menjelaskan bahwa perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang memperburuk frekuensi dan kekuatan kejadian cuaca ekstrem seperti ini.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban melalui akun media sosialnya. Beliau juga menjanjikan segala bentuk dukungan yang diperlukan dari pemerintah pusat untuk membantu pemulihan wilayah yang terkena dampak.
Kejadian tragis ini kembali menyoroti kerentanan India terhadap bencana alam, terutama saat musim hujan tiba. Pemerintah dan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mengikuti arahan dari badan meteorologi serta otoritas setempat guna meminimalisir risiko dan dampak buruk dari cuaca ekstrem di masa mendatang. Bantuan terus mengalir dari berbagai organisasi dan relawan untuk meringankan beban para korban dan membantu proses pemulihan. (*)


