KITAINDONESIASATU.COM – Nafsu makan yang menurun sering kali dikaitkan dengan kondisi psikologis seperti stres atau depresi.
Saat stres, tubuh menganggap diri dalam keadaan darurat, memicu pelepasan hormon adrenalin yang mempercepat detak jantung dan memperlambat pencernaan, sehingga membuat seseorang enggan makan.
Namun, bukan hanya faktor mental yang menjadi penyebab.
Nafsu makan yang terus berkurang dan disertai gejala lain dapat menandakan adanya penyakit serius, seperti:
- Gagal Ginjal
Baik gagal ginjal akut maupun kronis dapat mengganggu fungsi penyaringan racun, menyebabkan mual, serta mengubah persepsi rasa makanan akibat penumpukan racun dalam darah. - Gangguan Tiroid
Hipotiroidisme dapat menurunkan nafsu makan karena pengaruhnya terhadap rasa makanan dan pusat pengatur nafsu makan di otak. - AIDS
Penderita AIDS kerap mengalami infeksi, termasuk di saluran cerna dan mulut, yang menyebabkan mual, muntah, dan sulit makan. Peradangan, gangguan hormon, dan efek obat HIV juga turut memengaruhi. - Kanker
Penyakit kanker dan pengobatannya dapat memengaruhi keinginan makan serta menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual dan diare. - Gagal Jantung
Penumpukan cairan akibat gagal jantung bisa terjadi di saluran pencernaan, memicu rasa kembung dan mual, sehingga menurunkan selera makan. - Efek Obat-obatan
Beberapa obat, seperti antibiotik, obat tidur, dan diuretik, dapat menimbulkan efek samping seperti mual dan mengantuk, yang berdampak pada berkurangnya nafsu makan. - Tuberkulosis (TB)
Peradangan berkepanjangan pada penderita TB dapat menurunkan kadar hormon leptin, yang berfungsi mengatur nafsu makan, sehingga menyebabkan penurunan berat badan.
Penurunan nafsu makan yang terjadi tanpa sebab jelas, apalagi disertai penurunan berat badan drastis, perlu diwaspadai.
Segera periksakan diri ke dokter untuk mencari tahu penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat, termasuk pemberian suplemen jika diperlukan.-***

