KITAINDONESIASATU.COM – Diabetes adalah penyakit kronis yang dapat menyebabkan luka pada kulit.
Jika tidak dikontrol, kadar gula darah yang tinggi bisa merusak pembuluh darah dan mengurangi produksi kolagen, mempengaruhi tekstur kulit, dan menghambat penyembuhan luka.
Gejala diabetes pada kulit dapat bervariasi, dan mengenalinya penting untuk pencegahan dan penanganan lebih lanjut.
Penyakit ini dapat menurunkan kinerja sel darah putih, menjadikan kulit lebih rentan terhadap infeksi.
BACA JUGA: Panduan Praktis Merawat Luka Diabetes agar Cepat Sembuh
Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
Luka Sulit Sembuh:
Luka, terutama pada kaki, yang tidak sembuh dengan cepat bisa menandakan diabetes yang tidak terkontrol. Hal ini disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah dan saraf.
Ulkus Diabetes:
Ulkus diabetes muncul sebagai luka yang mengeluarkan cairan berbau, biasanya pada kaki. Perawatan rutin dan obat-obatan diperlukan, namun infeksi parah mungkin memerlukan operasi.
Dermopati Diabetik:
Bintik hitam pada kaki ini terjadi karena kerusakan saraf dan jaringan akibat kadar gula darah tinggi. Bintik ini biasanya membesar menjadi bercak berwarna gelap atau kemerahan.
Akantosis Nigrikans:
Bercak hitam di lipatan kulit, seperti leher atau ketiak, menunjukkan resistensi insulin atau prediabetes, dan dapat memudar dengan penurunan berat badan.
Borok Kulit:
Gangguan daya tahan tubuh akibat diabetes dapat menyebabkan borok atau bisul, terutama jika infeksi tidak diobati dengan baik.
Infeksi Jamur:
Infeksi jamur yang kambuh atau sulit sembuh sering terjadi pada penderita diabetes, terutama di area lembap dan basah seperti lipatan tubuh.
Kulit Gatal:
Gatal-gatal bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kulit kering atau infeksi jamur. Gatal ini biasanya mereda setelah kadar gula darah terkontrol.
Benjolan Kecil (Xanthoma):
Benjolan kekuningan pada lutut atau siku dapat muncul akibat kadar trigliserida tinggi, dan biasanya menghilang setelah kadar gula darah terkontrol.
Xanthelasma:
Benjolan kekuningan di kelopak mata ini terkait dengan peningkatan kadar lemak darah akibat diabetes.
Vitiligo:
Kondisi ini, yang ditandai dengan memudarnya warna kulit, sering terjadi pada diabetes tipe 1 dan disebabkan oleh gangguan autoimun.
Gangrene:
Gangrene adalah kematian jaringan akibat sirkulasi darah yang terganggu, ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi coklat, ungu, atau hitam. Ini adalah komplikasi serius yang memerlukan penanganan segera.
Jika mengalami gejala-gejala ini, segera konsultasikan dengan dokter.
Penanganan yang tepat dan pemantauan rutin sangat penting untuk mencegah masalah semakin parah.- ***




