KITAINDONESIASATU.COM – HIV (human immunodeficiency virus) menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel CD4. Virus ini menular melalui cairan tubuh seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, dan ASI.
Infeksi HIV berkembang dalam tiga tahap: infeksi akut, infeksi kronis, dan AIDS.
Gejala awal biasanya muncul 2–6 minggu setelah terinfeksi dan disebut sebagai tahap serokonversi.
Gejala Awal HIV yang Perlu Diketahui:
Gejala seperti flu – Sakit tenggorokan, batuk, demam, pilek, menggigil, hingga keringat malam hari.
Kelelahan berlebihan – Tubuh terasa lemas meski tidak banyak beraktivitas, disertai gangguan tidur.
Masalah mulut – Mulut kering, sariawan, bercak putih di lidah, luka di gusi, atau herpes.
Gangguan pencernaan – Mual, muntah, diare, dan turunnya nafsu makan.
Nyeri otot dan sendi – Rasa sakit di kaki, pinggul, atau punggung meski tidak banyak bergerak.
Ruam kulit – Bercak merah atau benjolan gatal yang bisa menyebar ke tubuh.
Pembengkakan kelenjar getah bening – Terasa di leher, ketiak, atau selangkangan dan bisa berlangsung lama.
Pentingnya Tes HIV
Gejala awal HIV sering menyerupai penyakit umum, sehingga mudah diabaikan.
Bila pernah melakukan aktivitas berisiko, seperti seks tanpa pengaman atau berbagi jarum suntik, sebaiknya segera lakukan tes HIV.
Deteksi dini memungkinkan penanganan lebih cepat.
Meski belum bisa disembuhkan, pengobatan HIV dapat menekan perkembangan virus dan menjaga kualitas hidup tetap baik.-***


