Proses pendinginan ini mengubah sebagian patinya menjadi ‘pati resisten’—jenis pati yang tidak dapat dicerna di usus halus, sehingga tidak berkontribusi pada kenaikan gula darah.
Metode memasak yang disarankan adalah dengan merebusnya, bukan menggoreng atau memanggang dalam waktu lama.
Meski menyehatkan, konsumsinya tetap harus bijak. Ubi jalar ungu tetaplah sumber pati.
Eating Well menyarankan agar porsi ubi jalar tidak melebihi 25% dari total asupan pati harian, terutama untuk penderita diabetes.
Agar lebih seimbang, kombinasikan ubi jalar ungu dengan sumber protein (seperti ikan atau ayam) dan lemak sehat (alpukat atau minyak zaitun) untuk memperlambat pelepasan gula ke dalam darah.***


