KITAINDONESIASATU.COM – Upacara ini adalah wujud rasa syukur masyarakat Dayak Kanayatn kepada Sang Jubata (Tuhan) atas hasil panen padi yang melimpah.
Setiap tahun, upacara ini diselenggarakan pada tanggal 27 April, dengan lokasi yang berpindah-pindah di 10 kecamatan pedalaman yang mayoritas dihuni oleh masyarakat Dayak Kanayatn.
Acara dimulai dengan Arakan Panompo yang dibawakan oleh perwakilan dari masing-masing kecamatan.
Kemudian, dilanjutkan dengan tarian Lilin Padi yang dibawakan oleh gadis-gadis Dayak Kanayatn, yang menggambarkan kebahagiaan dan rasa syukur atas hasil panen yang telah diperoleh.
Puncak dari upacara ini adalah pembacaan doa yang dilakukan oleh seorang tokoh yang dihormati di Kabupaten Pontianak.
Selama pelaksanaan upacara, pejabat dari Kabupaten Kalimantan Barat, Kabupaten Pontianak, serta para tamu undangan dari berbagai daerah selalu hadir untuk turut menyaksikan dan memberikan dukungan terhadap tradisi tersebut.
Upacara ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan sosial antara masyarakat Dayak Kanayatn dengan alam dan Sang Jubata, serta untuk mengenang keberhasilan bersama dalam mencapai hasil panen yang melimpah.
Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dari tradisi yang melestarikan nilai-nilai budaya dan spiritualitas masyarakat Dayak Kanayatn.-***




