KITAINDONESIASATU.COM – Menjaga stamina tetap prima selama menjalankan ibadah puasa Ramadan sangat bergantung pada kualitas asupan saat sahur. Pakar kesehatan menekankan pentingnya memilih menu yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga mampu melepaskan energi secara perlahan atau memiliki indeks glikemik rendah agar tubuh tidak cepat lemas di siang hari.
Salah satu kunci utama sahur sehat adalah kombinasi karbohidrat kompleks dan protein tinggi. Mengonsumsi nasi merah, oatmeal, atau roti gandum sangat disarankan karena seratnya membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.
Protein dari telur, dada ayam, atau tempe juga berperan penting dalam menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang yang lebih tahan lama dibandingkan hanya mengonsumsi makanan manis.
Selain makanan padat, hidrasi yang tepat menjadi faktor krusial. Warga diimbau untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan pola “2-4-2”, yaitu dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam, dan dua gelas saat sahur.
Hindari konsumsi kafein berlebih seperti kopi atau teh pekat saat sahur karena sifat diuretiknya dapat memicu dehidrasi lebih cepat.
Terakhir, pastikan untuk menyertakan sayuran dan buah-buahan seperti pisang atau kurma yang kaya akan kalium untuk membantu menjaga keseimbangan elektrolit. Dengan pola makan yang terukur, produktivitas harian tetap dapat terjaga meski sedang berpuasa di tengah cuaca Jakarta yang fluktuatif.(*)




