KITAINDONESIASATU.COM – Ketika dihadapkan oleh pilihan sulit, maka sholat sunnahlah, dan minta petunjuk kepada Allah SWT. Salah satunya, melaksanakan sholat sunnah Istikharah.
Berdoalah dengan semata-mata mengharap pertolongan olehNYA, dan mintalah petunjuk yang terbaik. Maka, akan mendapat petunjuk dengan caraNYA.
Memohon petunjuk ini sebagiamana diajari oleh Rasulullah, berikut beliau bersabda:
‘Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah sholat sunnah dua rakaat’.” (HR Bukhari)
Maka, berdasarkan hadits tersebut, nabi Muhammad SAW mengajarkan kita agar melaksanakan sholat istikharah 2 rakaat saat menghdapi pilihan yang sulit.
Berikut tata cara sholat, niat dan doa sholat Istikhara:
- Niat sholat Istikharah
أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى
Teks latin: Usholli sunnatal istikharati rak’ataini lillaahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat sholat istikharah dua rakaat karena Allah ta’ala.”
- Takbiratul ihram, yaitu mengangkat kedua belah tangan sambil mengucap Allahu Akbar. Para ulama menganjurkan pada rakaat pertama membaca surah Al Fatihan dan surah Al Kafirun. Lalu, pada rakaat kedua membaca surat Al Fatihah dan surah Al Ikhlas.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Kembali berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Duduk tahiyat akhir.
- Salam.
- Doa setelah sholat Istikharah
Bacaan doanya:
Teks Arab:اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَشَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى
Teks latin: Allahumma inni astakhiiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as aluka min fadhlikal adziim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma ing kunta ta’lamu anna hadzal amra khairan liifii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii faqdurhulii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa inkunta ta’lamu anna hadzal amra syarrun liifii diinii wama’aasyi wa ‘aqibati amrii, fashrifhu ‘annii wasrifnii ‘anhu, waqdur lial khaira haitsu kaana tsumma ardhinii.
Artinya: “Ya Rabb, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Rabb, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini (sebutkan masalah yang sedang dihadapi) baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagiku dan berkahilah aku di dalam masalah ini. Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini (sebutkan masalah yang sedang dihadapi) buruk untukku, agamaku dan jalan hidupku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dariku. Tetapkanlah bagiku kebaikan di mana pun kebaikan itu berada, dan ridhoilah aku dengan kebaikan.”



