Lifestyle

Taman Wisata Alam Pulau Bakut, Rumah Bekantan di Sungai Barito

×

Taman Wisata Alam Pulau Bakut, Rumah Bekantan di Sungai Barito

Sebarkan artikel ini
FotoJet 10
Wisata Alam Pulau Bakut

KITAINDONESIASATU.COM – Taman Wisata Alam Pulau Bakut merupakan kawasan konservasi di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, dengan luas sekitar 18 hektar.

Pulau ini membentang sepanjang 700 meter dan lebar 250 meter, berada di aliran Sungai Barito, tepat di bawah Jembatan Barito, salah satu jembatan terpanjang di Indonesia.

Pulau Bakut memiliki ekosistem unik yang dihuni oleh beragam flora dan fauna yang mampu beradaptasi dengan kondisi pasang surut air.

Meski belum setenar Pulau Kembang atau destinasi alam lainnya di Kalimantan Selatan, Pulau Bakut menawarkan suasana yang tenang dan cocok sebagai tempat melepas penat dari kesibukan kota.
Pulau Bakut kaya akan keanekaragaman hayati.

Beberapa jenis tumbuhan yang hidup di sini antara lain Jingah (Glutha rengas), Rambai (Sonneratia caseolaris), Eceng Gondok (Eichhornia crassipes), Putat (Barringtonia sp.), dan Piyai (Acrostichum aureum).

Tumbuhan ini umum dijumpai di kawasan pesisir yang tergenang air secara berkala.

Untuk fauna, Pulau Bakut merupakan habitat alami bekantan, primata endemik Kalimantan yang kini dilindungi.

Selain itu, pengunjung juga bisa menjumpai monyet, bajing, komodo, ular, serta berbagai jenis burung dan serangga.
Aktivitas wisata di pulau ini umumnya berfokus pada ekowisata, pengamatan satwa liar, dan menikmati keindahan alam khas tepian Sungai Barito.

Letaknya cukup strategis karena dekat dengan Banjarmasin dan mudah diakses baik melalui jalur darat maupun air.

Bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi dari Banjarmasin, perjalanan dapat langsung diarahkan ke dermaga di bawah Jembatan Barito.

Sementara jika menggunakan transportasi umum, bisa naik angkutan ke Terminal Bus Induk Handil Bakti, dilanjutkan dengan taksi lokal (Anjir) dan turun sebelum jembatan.

Selanjutnya, pengunjung dapat menyewa kelotok, perahu tradisional khas Kalimantan, untuk berkeliling pulau dan mengamati satwa liar.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *