Lifestyle

Tak Sekadar Kecantikan, Ini Fungsi Botox untuk Terapi Medis

×

Tak Sekadar Kecantikan, Ini Fungsi Botox untuk Terapi Medis

Sebarkan artikel ini
FotoJet 9 8
Suntik botox

KITAINDONESIASATU.COM – Botox, atau toksin botulinum, berasal dari bakteri Clostridium botulinum, yang juga dikenal sebagai penyebab botulisme.

Selain terkenal dalam dunia estetika untuk mengencangkan kulit dan mengurangi kerutan, botox juga digunakan secara medis untuk menangani berbagai gangguan saraf.

Di Indonesia, botox tergolong obat keras yang hanya bisa diberikan atas resep dokter dan harus dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Cara kerja botox adalah dengan menghambat sinyal saraf menuju otot, menyebabkan otot melemah atau lumpuh sementara.

Hasil suntikan biasanya mulai terlihat dalam beberapa hari dan bisa bertahan hingga 3 sampai 6 bulan.

Baca Juga  Misteri Perisai Suku Papua: Antara Fungsi, Simbol dan Spiritualitas

Setelah efeknya hilang, otot akan aktif kembali dan kerutan bisa muncul kembali, walau biasanya tidak separah sebelumnya.

Dalam dunia kecantikan, botox dimanfaatkan untuk menghaluskan kerutan wajah, memperbaiki kontur wajah, serta mengatasi masalah rambut.

Sementara di dunia medis, botox digunakan untuk mengobati kondisi seperti kandung kemih overaktif, inkontinensia urine, migrain kronis, kekakuan otot, nyeri leher, gangguan mata, keringat berlebih, hingga gangguan neurologis tertentu.

Meski relatif aman jika dilakukan oleh dokter ahli, prosedur ini tetap memiliki potensi efek samping, seperti bengkak, nyeri, sakit kepala, atau kelopak mata yang turun.

Baca Juga  Dwayne Johnson Menangis, 'The Smashing Machine' Disambut Standing Ovation 15 Menit di Festival Film Venesia!

Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan biaya, jadwal perawatan, dan memilih tenaga medis yang kompeten sebelum melakukan suntik botox. Prosedur ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil, menyusui, atau yang mengalami infeksi kulit.

Setelah prosedur, hindari aktivitas berat dan jangan memijat area yang disuntik selama beberapa hari. Jika timbul reaksi yang tidak biasa, segera konsultasikan dengan dokter.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *