“Fakta menariknya, menurut kepercayaan masyarakat, burung kepodang kuduk hitam adalah simbol kebaikan, kebagusan, dan kecantikan,” ujar Dr Nyoto.
Ia menambahkan, filosofi dari burung ini sejalan dengan nilai-nilai yang ingin ditanamkan di lingkungan kampus IPB University. “Burung kepodang kuduk hitam tidak memiliki sifat atau perilaku buruk. Dengan adanya burung ini, harapannya seluruh civitas IPB University berbudi baik dan berperilaku baik dalam setiap melaksanakan kegiatan tridarma perguruan tingginya,” tuturnya.
Untuk menjaga keberlangsungan habitat satwa tersebut, IPB University telah menetapkan berbagai ruang terbuka hijau (RTH) yang berfungsi sebagai arboretum. Area seperti Taman Hutan Kampus, Taman Konservasi, hingga Taman Inovasi menjadi ruang hidup sekaligus laboratorium alami bagi mahasiswa dan peneliti.
“RTH di IPB University menjadi sarana pendidikan sebagai laboratorium lapang, sehingga berguna dan terpelihara. Di samping itu, IPB University juga telah bekerja sama dengan alumninya yang didukung pihak swasta dalam merawat dan memelihara RTH tersebut,” jelas Dr Nyoto.
Lebih jauh, Dr Nyoto berharap seluruh warga kampus dapat turut mendukung upaya pelestarian dan pewujudan IPB University sebagai kampus biodiversitas yang sesungguhnya. Menurutnya, kampus hijau bukan hanya memperindah pemandangan, tetapi juga menjadi ruang edukatif yang menumbuhkan kesadaran ekologis.
“Kampus yang hijau dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke IPB University. Tentunya kondisi sarana prasarana juga perlu terus ditingkatkan agar kampus IPB Dramaga bukan sekadar kumpulan gedung bertingkat, tapi juga merupakan sarana edukasi keanekaragaman hayati yang membentuk manusia hidup harmoni dengan alam,” pungkasnya. (Nicko)


