KITAINDONESIASATU.COM- Di tengah hiruk pikuk aktivitas akademik, IPB University menyimpan oase kehidupan yang menyejukkan. Kampus hijau yang berdiri di kawasan Dramaga, Bogor, ini bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga rumah bagi beragam makhluk hidup yang menjaga keseimbangan alam. Dari pepohonan rindang, arboretum, hingga danau buatan, seluruh elemen kampus berpadu menjadi ekosistem alami yang kaya akan keanekaragaman hayati.
IPB University dikenal luas sebagai kampus biodiversitas dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Berbagai jenis tumbuhan dan satwa dapat dijumpai di lingkungan kampus ini, dengan beragam tipe habitat yang mendukung keberlanjutan ekosistemnya.
Salah satu kelompok satwa yang menjadi indikator kesehatan lingkungan kampus adalah burung. Di IPB Dramaga, burung bukan sekadar penghuni pepohonan, tetapi juga penjaga keseimbangan ekosistem. Perannya penting, baik secara langsung dalam mengontrol populasi hama serangga, maupun secara tidak langsung dalam menciptakan suasana harmoni di lingkungan kampus.
“Dengan adanya suara burung, manusia yang menghuni di sekitarnya akan tersentuh, terinspirasi, serta menambah daya kreatif dan inovatif. Banyak seni tari yang telah diwarnai oleh keanekaragaman burung, contohnya tari Merak dan tari Garuda Nusantara,” kata dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Dr Nyoto Santoso, dalam keterangan tertulis, Selasa 14 Oktober 2025.
Salah satu spesies burung yang menjadi daya tarik tersendiri adalah kepodang kuduk hitam (Oriolus chinensis Linnaeus). Dari catatan pengamatan, burung cantik ini termasuk dalam 99 spesies burung yang menghuni kawasan kampus IPB Dramaga. Keberadaannya dapat dijumpai di sekitar Taman Konservasi, hutan dekat Masjid Al-Hurriyyah, area Koin IPB, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, hingga perumahan dosen.
Burung kepodang kuduk hitam dikenal memiliki suara khas dan merdu. Tubuhnya yang ramping dengan panjang sekitar 26 sentimeter dibalut bulu berwarna kuning keemasan yang mencolok. Tak hanya menawan secara visual, burung ini juga sarat makna simbolis dalam kepercayaan masyarakat.




