KITAINDONESIASATU.COM – Sholat adalah kewajiban dan tidak bisa ditinggalkan bagaimana pun kondisinya. Pun Allah SWT memudahkan bagi hambanya untuk sholat. Misalkan, selama perjalanan mudik, yakni sholat bisa dilakukan dengan cara jamak atau menggabungkan dua sholat fardhu dalam satu waktu.
Adapun sholat yang bisa dijamak adalah Zuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya. Jika jamak dilakukan di waktu sholat yang pertama (Zuhur atau Maghrib) dinamakan jamak taqdim, sedangkan jika dilakukan di waktu sholat yang kedua (Ashar atau Isya) dinamakan jamak ta’khir.
Dalam melaksanakan shalat jamak taqdim, ada empat syarat yang harus dipenuhi sebagai berikut.
1. Tartib. Maksudnya mendahulukan shalat yang pertama daripada yang kedua seperti mendahulukan shalat Zuhur daripada Ashar, atau mendahulukan Maghrib daripada Isya.
2. Niat jamak dalam shalat yang pertama. Waktu niatnya adalah antara takbir dan salam. Tapi yang sunah niat bersamaan dengan takbiratul ihram.
Tata cara Menjamak Sholat
Berikut niat shalat Zuhur dan Ashar dengan jamak taqdim:
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat shalat fardhu Dzuhur empat rakaat dijamak bersama Ashar dengan jamak taqdim karena Allah Taala.
Berikut niat shalat Ashar dan Dhuhur dengan jamak taqdim:
أُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat shalat fardhu Zuhur empat rakaat dijamak bersama Ashar dengan jamak taqdim karena Allah Taala.
Berikut niat shalat Maghrib dan Isya dengan jamak taqdim:
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat shalat fardhu Maghrib tiga rakaat dijamak bersama Isya dengan jamak taqdim karena Allah Taala.
Berikut niat shalat Isya dan Maghrib dengan jamak taqdim:
أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالمَغْرِبِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلّهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat shalat fardhu Isya empat rakaat dijamak bersama Maghrib dengan jamak taqdim karena Allah Taala.
3. Muwalat (berurutan), maksudnya jarak pisah antara dua shalat tidak lama menurut ‘urf (kebiasaan yang terlaku). Jadi, setelah dari shalat yang pertama harus segera takbiratul ihram untuk shalat yang kedua.
4. Ketika mengerjakan shalat yang kedua masih tetap dalam perjalanan.
Jamak ta’khir
Berbeda dengan jamak taqdim, jamak ta’khir hanya mensyaratkan dua hal saja, yakni sebagai berikut.
1. Niat jamak ta’khir dilakukan dalam waktunya shalat yang pertama.
Lafal niat shalat Zuhur dan Ashar dengan jamak ta’khir:
أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالْعَصْرِ جَمْعَ تأخِيْرٍ لِلّهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat shalat fardlu Zuhur empat rakaat dijamak bersama Ashar dengan jamak ta’khir karena Allah Taala.
Lafal niat shalat Ashar dan Zuhur dengan jamak ta’khir:
أُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالظُّهْرِ جَمْعَ تأخِيْرٍ لِلّهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat shalat fardlu Ashar empat rakaat dijamak bersama Zuhur dengan jamak ta’khir karena Allah Taala.
Lafal niatnya shalat Maghrib dan Isya dengan jamak ta’khir:
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالعِشَاءِ جَمْعَ تأخِيْرٍ لِلّهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat shalat fardlu Maghrib tiga rakaat dijamak bersama Isya dengan jamak ta’khir karena Allah Taala.
Lafal niat shalat Isya yang dijamak ta’khir dengan Maghrib.
أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالمَغْرِبِ جَمْعَ تأخِيْرٍ لِلّهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat shalat fardlu Isya empat rakaat dijamak bersama Maghrib dengan jamak ta’khir karena Allah Taala.
2. Ketika mengerjakan shalat yang kedua masih tetap dalam perjalanan sebagaimana keterangan di atas.
Demikianlah syarat dan ketentuan sholat jamak dalam perjalanan mudik Lebaran. (*)



