KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah studi internasional mengungkapkan bahwa pemanis buatan yang banyak digunakan dalam minuman bebas gula ternyata dapat mempercepat penuaan otak dan meningkatkan tanda-tanda demensia.
Para peneliti menyoroti bahwa bahan pengganti gula ini berdampak buruk pada fungsi otak, memengaruhi memori dan kemampuan berpikir secara signifikan.
Tim ilmuwan di Brasil menemukan enam jenis pemanis buatan yang umum dipakai dalam produk diet berhubungan langsung dengan penuaan otak yang lebih cepat.
Disebutkan bahwa konsumsi zat itu tidak hanya mengurangi fungsi otak, tetapi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia, sebuah kondisi serius yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia.
Menurut laporan Daily Mail, penelitian terbaru menunjukkan bahwa aspartam, sakarin, kalium asesulfam, eritritol, xylitol, dan sorbitol memiliki kaitan erat dengan penurunan fungsi otak.
Efeknya terlihat pada kemampuan memori, bahasa, dan pemikiran, yang merupakan bagian penting dari kesehatan kognitif serta perlindungan terhadap penuaan otak.
Para ahli masih meneliti bagaimana pemanis buatan ini memengaruhi otak, namun sejumlah studi sebelumnya menunjukkan dampaknya pada pembekuan darah dan peradangan otak.
Gangguan tersebut tidak hanya merusak fungsi otak, tetapi juga dapat mempercepat risiko demensia pada kelompok usia paruh baya maupun lansia.


