Salah satu penulis riset, Hiroki Nakajima, mengungkapkan bahwa pola makan buruk ini memberi dampak nyata terhadap kesehatan tulang, sehingga menjaga rutinitas sarapan sehat adalah langkah pencegahan penting.
Menurut Swiss Food Academy, melewatkan sarapan bisa membuat tubuh kekurangan energi setelah berpuasa semalaman. Ditambah dengan makan malam terlambat, risiko gangguan metabolisme dan osteoporosis meningkat tajam.
Sebaliknya, sarapan sehat memberi asupan energi optimal bagi otak, otot, serta membantu mencegah makan berlebihan di siang hari.
Komposisi Ideal Sarapan Seimbang
Para pakar nutrisi menegaskan, sarapan yang seimbang harus mencakup empat unsur: karbohidrat, protein, serat dari buah-sayuran, serta lemak baik.
Jika seseorang terus melewatkan sarapan, ditambah kebiasaan makan malam terlambat, maka potensi osteoporosis semakin besar.
Untuk itu, mengonsumsi sarapan sehat seperti roti gandum, telur, buah segar, dan kacang-kacangan adalah pilihan terbaik.
Porsi yang Dianjurkan Ahli
Swiss Society of Nutrition (SSN) menyebutkan bahwa komposisi sarapan sehat ideal adalah 40% buah-sayur, 40% pati, dan 20% protein.


