Lifestyle

Sejarah Menghidupkan Malam Nisfu Syaban

×

Sejarah Menghidupkan Malam Nisfu Syaban

Sebarkan artikel ini
al quran
Ilustrasi Al-Qur'an. (Foto: Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Peringatan malam Nisfu Syaban pada tahun 2025 ini akan jatuh pada Kamis malam, 13 Februari 2025. Malam Nisfu Syaban adalah tradisi yang sudah cukup lama dilaksanakan kaum muslim di dunia. Lantas bagaimana sejarah awal muasal malam Nisfu Syaban.

Dalam tradisi Islam, malam Nisfu Syaban dianggap sebagai malam yang penuh keberkahan, maka dilakukan serangkaian amal-amal ibadah, seperti sholat malam, berdoa, berzikir, dan membaca Al-Qur’an.

Di sejumlah negara menggelar peringatan malam Nisfu Syaban. Dipercayai bahwa malam Nisfu Syaban, Allah SWT akan memperlihatkan rahmatnya, memberikan ampunan bagi dosa-dosanya, dan menetapkan takdir bagi umat manusia.

Baca Juga  Bagaimana Cara Sholat Nisfu Syaban? Simak Niat dan Jumlah Rakaat

Selain itu, malam Nisfu Syaban juga diyakini memiliki banyak keutamaan, sehingga banyak umat Muslim yang mempersiapkan malam Nisfu Syaban dengan melakukan amal kebaikan sebanyak-banyaknya.

Nah, sejarah peringatan malam Nisfu Syaban dijelaskan oleh Al-Imam Al-Qasthalani dalam kitabnya Al-Mawahib Al- Laduniyah:

وقد كان التابعون من أهل الشام، كخالد بن معدان، ومكحول يجتهدون ليلة النصف من شعبان فى العبادة، وعنهم أخذ الناس تعظيمها، ويقال: إنه بلغهم فى ذلك آثار إسرائيلية، فلما اشتهر ذلك عنهم اختلف الناس، فمنهم من قبله منهم، وقد أنكر ذلك أكثر العلماء من أهل الحجاز، منهم عطاء، وابن أبى مليكة، ونقله عبد الرحمن بن زيد بن أسلم عن فقهاء أهل المدينة، وهو قول أصحاب مالك وغيرهم، وقالوا: ذلك كله بدعة

Baca Juga  10+ Contoh Makanan Sehat dan Bergizi untuk Pola Hidup Lebih Baik

Artinya: “Tabi’in tanah Syam seperti Khalid bin Ma’dan dan Makhul, mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam Nisfu Sya’ban”.

Dari sinilah, maka orang-orang mengagungkan malam Nisfu Syaban. Hingga saat ini tradisi menghidupkan malam Nisfu Syaban terus dilakukan.

Mengenai malam Nisfu Syaban ada dua pendapat:

Pertama, disunnahkan menghidupkan malam Nisfu Syaban secara jamaah di masjid dengan mengenakan pakaian terbaik mereka, membakar dupa dan itikaf di dalam masjid.

Kedua, Dimakruhkan berkumpul di dalam masjid-masjid untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan sholat, berdoa dan menyampaikan kisah-kisah teladan, namun tidak dimakruhkan sholat sendiri untuk menghidupkan malam Nisfu Syaban.

Baca Juga  6 Amalan Ngundang Malaikat ke Rumah Agar Jadi Berkah

Demikian dua pendapat yang disampaikan oleh Imam Al-Qasthalani dalam kitabnya Al-Mawahib Al-Laduniyah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *