Lifestyle

Sambut Ramadan Perbanyak Mengaji, Meniru Ulama-ulama Terdahulu

×

Sambut Ramadan Perbanyak Mengaji, Meniru Ulama-ulama Terdahulu

Sebarkan artikel ini
alquran
Ilustrasi Al-Qur'an. (Foto: Pixabay)

KITAINDONESIASATU.COM – Di Tanah Air ada sebuah kebiasaan sejak lama dilakukan oleh para ulama-ulama terdahulu saat menyambut datangnya bulan Suci Ramadan. Yakni, salah satunya dengan memperbanyak mengaji.

Meningkatkan intensitas belajar, mengajar atau mengaji telah dilakukan sejak dulu oleh para ulama-ulama terdahulu. Hal ini menjadi contoh yang perlu dilakukan.

Salah satunya ulama muda cerdas, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, telah mencontoh ulama-ulama terdahulu, ia sejak pertengahan bulan Syaban sudah memperbanyak mengaji.

Ya, mengaji ilmu agama, misalkan mengkaji tafsir, fiqih, akhlak, dan lain sebagainya. Gus Baha, mengaku kesibukan menjelang Ramadan lebih banyak mengaji.

Baca Juga  7 Olahraga Peninggi Badan Terbaik untuk Remaja

“(Persiapan sambut Ramadan) Lebih banyak mengajinya. Biasanya orang datang ke rumah untuk mengaji, Ramadan saya di rumah saja,’’ kata Gus Baha, seperti dikutip dari Kanal YouTube Najwa Shibab, Selasa, 18 Februari 2025.

Menurut Gus Baha, bulan Ramadan harus dimanfaatkan melakukan hal-hal baik seperti belajar-mengajar. Maka, tidak mengherankan bahwa ulama pesantren Ketika masuk bulan Ramadan akan menambah kitab kajiannya. Artinya, satu kiai bisa mengajar 2-3 kitab setelah sholat fardhu.

Di bulan Ramadan juga mengkaji soal penjelasan puasa, di mana santri maupun masyarakat bisa mengetahui niat puasa, syarat puasa, hal yang membatalkan puasa dan lain sebagainya.

Baca Juga  Keutamaan Membaca Surah Asy-Syura; Memperkuat Keyakinan pada Allah SWT

Sementara di Jakarta, ada yanga Namanya KH Fakhruddin Al Bantani, pengasuh Ponpes Ghautsul Ibaad, yang sejak beberapa tahun ini, selama bulan Ramadan ‘’Mengaji Pasaran’’, di mana selama satu bulan di Ramadan mengaji kitab sampai rampung.

Banyak Jemaah yang hadir dan antusias mengikuti pengajiannya. Salah satunya, penulis yang mengikuti kajian beliau selama bulan Ramadan. Mengaji digelar setiap harinya setelah sholat Tarawih, di Masjid Muflihun, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *