Lifestyle

Salat Tarawih 11 Rakaat Formasi 4-4-3, Ini Tata Caranya!

×

Salat Tarawih 11 Rakaat Formasi 4-4-3, Ini Tata Caranya!

Sebarkan artikel ini
Jemaah melaksanakan salat tarawih di masjid. (tiyo/KIS)
Jemaah melaksanakan salat tarawih di masjid. (tiyo/KIS)

KITAINDONESIASATU.COM – Umat muslim di Indonesia nanti malam mulai melaksanakan ibadah di bulan Ramadan, yakni salat Tarawih. Salat Tarawih ini bisa dilaksanakan sendiri maupun berjemaah di masjid. Jumlah rakaat yang biasa dilaksanakan yakni 11 dan 23 rakaat, tergantung kebiasaan masyarakat di lingkungan setempat.

Pelaksanaan salat Tarawih dan Witir dengan formasi 11 rakaat merupakan salah satu sunah yang umum diamalkan, merujuk pada hadis Aisyah RA mengenai kebiasaan Rasulullah SAW. Salah satu pola yang populer adalah 4-4-3, yaitu dua kali empat rakaat Tarawih dan ditutup dengan tiga rakaat Witir.

Berikut adalah panduan tata cara pelaksanaannya:

1. Salat Tarawih (4 Rakaat + 4 Rakaat)

Pada pola ini, salat Tarawih dilakukan sebanyak dua kali salam, di mana setiap satu kali salam terdiri dari empat rakaat sekaligus tanpa tahiyat awal.

  • Niat: Ushalli sunnatat tarawiihi arba’a raka’atin lillahi ta’ala.
  • Tata Cara: Dilakukan seperti salat fardu pada umumnya, namun langsung berdiri setelah sujud kedua pada rakaat kedua (tanpa duduk tahiyat awal). Tahiyat hanya dilakukan pada rakaat keempat, lalu diakhiri dengan salam.
  • Ulangi prosedur yang sama untuk empat rakaat kedua.

2. Salat Witir (3 Rakaat dengan 2 Kali Salam)

Meskipun polanya tertulis 4-4-3, pelaksanaannya sering kali menggunakan dua kali salam agar sesuai dengan sunah (2 rakaat + 1 rakaat).

  • Bagian Pertama (2 Rakaat): Niatnya adalah Ushalli sunnatal witri rak’ataini lillahi ta’ala. Lakukan dua rakaat seperti biasa, lalu salam.
  • Bagian Kedua (1 Rakaat): Niatnya adalah Ushalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’ala. Lakukan satu rakaat tunggal sebagai pengganjal salat, lalu salam.

Perlu diingat bahwa dalam pola 4-4-3, mayoritas ulama menganjurkan agar empat rakaat tersebut dilakukan tanpa tahiyat awal agar tidak menyerupai salat Isya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *