KITAINDONESIASATU.COM – Panas dalam sebenarnya tidak secara langsung disebabkan oleh makanan tertentu. Namun, ada jenis makanan yang bisa memperburuk gejalanya.
Panas dalam sendiri merupakan istilah umum yang sering digunakan untuk menggambarkan gejala ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), seperti faringitis, yang ditandai dengan tenggorokan kering, gatal, demam, sakit saat menelan, dan sakit kepala. Panas dalam juga dikaitkan dengan GERD (penyakit asam lambung).
Banyak yang percaya bahwa makanan tertentu dapat memicunya. Namun, penyebab utamanyabiasanya adalah infeksi virus seperti Influenza, Adenovirus, Rhinovirus, atau bakteri dari kelompok Streptococcus A.
Meski begitu, makanan yang tidak higienis atau diolah dengan cara yang kurang tepat bisa meningkatkan risiko terkena virus atau bakteri yang menyebabkan panas dalam. Selain itu, berbagi makanan atau alat makan dengan penderita panas dalam bisa menyebarkan infeksi melalui air liur.
BACA JUGA: Resep Lomie Kangkung, Nikmat Disantap Saat Cuaca Dingin, Mudah Masaknya
Beberapa makanan diketahui dapat memperparah gejala panas dalam, di antaranya:
Makanan berminyak:
Gorengan mengandung lemak trans yang dapat meningkatkan peradangan dan mengganggu keseimbangan bakteri di usus, yang pada akhirnya memperburuk respons imun tubuh.
Makanan pedas:
Makanan pedas dapat menyebabkan tenggorokan terasa panas dan memicu produksi lendir berlebih, yang memperparah rasa gatal di tenggorokan.
Makanan bertekstur kasar:
Makanan seperti keripik dan gorengan bisa memperparah rasa sakit saat menelan dan mengiritasi tenggorokan yang sudah meradang.
Makanan asin:
Makanan ini dapat menyebabkan tenggorokan kering dan menambah rasa sakit, terutama jika disertai sariawan atau bibir pecah-pecah.
Makanan penghasil gas:
Makanan seperti kol dan brokoli bisa memicu produksi gas berlebih, meningkatkan tekanan di perut dan memperburuk gejala asam lambung yang sering terkait dengan panas dalam.
Makanan asam:
Buah-buahan asam seperti anggur dan nanas dapat memperparah iritasi tenggorokan.
Selain makanan, beberapa jenis minuman seperti susu (karena bisa meningkatkan lendir) dan soda (karena kandungan asamnya) juga sebaiknya dihindari, begitu pula minuman beralkohol yang bisa membuat tenggorokan semakin kering.
Sebaliknya, makanan yang lembut, hangat, dan mudah ditelan dianjurkan saat mengalami panas dalam, seperti buah semangka, teh hangat, sup, kaldu, air lemon, smoothies, yogurt, oatmeal, telur rebus, dan madu.
Jika gejala panas dalam tidak mereda setelah menghindari makanan tertentu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang lebih tepat.- ***


