Lifestyle

Rumah Pohon Suku Asmat: Warisan Budaya yang Menarik Perhatian Dunia

×

Rumah Pohon Suku Asmat: Warisan Budaya yang Menarik Perhatian Dunia

Sebarkan artikel ini
FotoJet 2 22
Rumah pohon suku Asmat

KITAINDONESIASATU.COM – Kabupaten Asmat menyimpan banyak pesona alam dan budaya yang unik.

Dikenal dengan bentang sungai dan hutan rawa yang luas, daerah ini juga menjadi tempat tinggal bagi suku-suku tradisional yang masih mempertahankan gaya hidup leluhur.

Salah satu hal paling mencolok adalah keberadaan rumah pohon yang menjadi tempat tinggal Suku Asmat dan Suku Korowai.

Keunikan ini menarik minat wisatawan, termasuk turis mancanegara, yang ingin mengabadikan keindahan rumah pohon dan bahkan mencoba memanjatnya.

Namun, untuk dapat masuk ke dalam rumah tersebut, pengunjung harus mendapatkan izin terlebih dahulu.
Untungnya, pemandu lokal biasanya siap membantu menjembatani interaksi dengan masyarakat adat.

Baca Juga  Jakarta Masuk 11 Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia

Suasana dan Keunikan Rumah Pohon
Rumah-rumah pohon ini terletak di tengah hutan lebat dan dibangun di atas pohon tinggi.

Meski tampak sederhana dan terbuat dari bahan-bahan alami seperti kayu, rotan, sagu, dan kulit pohon, rumah ini cukup kuat untuk bertahan dari cuaca ekstrem.

Ketinggiannya bervariasi, mulai dari 15 hingga 50 meter dari permukaan tanah.

Suasana di sekitar sangat tenang dengan pepohonan rindang dan tanaman tropis yang tumbuh lebat.

Warga setempat ramah, tetapi pengunjung tetap disarankan untuk bersikap sopan dan tidak mendekati rumah secara sembarangan.

Baca Juga  Batudaka: Pulau Eksotis dengan Warisan Budaya dan Pesona Alam di Sulawesi

Wisatawan dapat menikmati pemandangan rumah pohon yang eksotis, belajar tentang proses pembuatannya, dan bahkan melihat langsung ritual yang dilakukan warga sebelum menempati rumah baru sebagai bentuk perlindungan spiritual.

Untuk merasakan pengalaman penuh, pengunjung disarankan untuk mencoba menaiki rumah pohon dengan izin pemilik, menikmati pemandangan dari atas, dan bila beruntung, ikut makan malam bersama mereka.

Untuk mencapai rumah pohon ini, pengunjung harus tiba di Kabupaten Asmat.

Dari Jakarta, penerbangan ke Bandara Mozes Kilangin memakan waktu sekitar 5 jam.

Setibanya di sana, disarankan menyewa pemandu lokal untuk memudahkan perjalanan menuju lokasi rumah pohon yang tersembunyi dan cukup sulit dijangkau.***

Baca Juga  Rumah Pohon di Curug Ciherang: Petualangan Alami dengan Pemandangan Memukau di Kawasan Sentul Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *