Lifestyle

Rukun Wudhu serta Urutan Pelaksanaannya

×

Rukun Wudhu serta Urutan Pelaksanaannya

Sebarkan artikel ini
wudhu 1
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Ketika melaksanakan sholat dan beberapa ibadah diharuskan untuk berwudhu. Jika tidak bersuci dari hadats kecil, maka sholat tidak sah karena tidak memenuhi syarat.

Wudhu sendiri merupakan salah satu cara bersuci/an-nazhafah selain mandi. Sedangkan bersuci mencakup pengertian bersih dari kotoran meski tergolong suci baik secara lahir seperti ingus dan riak maupun kotoran batin seperti dengki, hasad, dan kotoran batin lainnya. (Sayyid Bakri, I’anatut Thalibin,

Berikut merupakan dalil perintah berwudhu sebelum sholat:  

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِييَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إإِلَى الْكَعْبَيْنِ   

Artinya: “Wahai orang yang beriman, bila kalian hendak sholat, basuhlah wajah kalian, tangan kalian hingga siku, usaplah kepala kalian, dan (basuhlah) kaki kalian hingga mata kaki”. (Surat Al-Maidah ayat 6).

Baca Juga  Event Bundle Angel Merah di Free Fire Kapan Berakhir? Simak Juga Cara Mengikutinya

Selain itu Imam Muslim juga meriwayatkan di dalam hadits yang menerangkan penolakan sholat tanpa bersuci.

  لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةً بِغَيْرِ طَهُورٍ 

Artinya: “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci.” (HR Muslim). 

Adapun rukun wudhu dalam kitab Safinatun Najah Safinah Al-Najah (متن سفينة النجا في ما يجب على العبد لمولاه) bermadzhab Syafii karangan Syaikh Salim bin Samir Al-Hadrami terdapat enam rukun yakni:

 فروض الوضوء ستة: الأول:النية ، الثاني : غسل الوجه ، الثالث: غسل اليدين مع المرفقين ، الرابع : مسح شيء من الرأس ، الخامس : غسل الرجلين مع الكعبين ، السادس :الترتيب .

 Artinya: “Rukun wudhu ada enam, yaitu: niat, membasuh muka, membasuh kedua tangan serta siku, menyapu sebagian kepala, membasuh kedua kaki serta buku lali, tertib. (Lihat Salim bin Sumair Al-Hadhrami, Safînatun Najâ, Beirut, Darul Minhaj, 2009, halaman 18).

Baca Juga  7 Manfaat Olahraga Sepak Bola yang Harus Kamu Ketahui untuk Tubuh dan Pikiran

  Keenam rukun tersebut dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten sebagai berikut. 

  1. Niat wudhu dilakukan secara berbarengan pada saat pertama kali membasuh bagian muka, baik yang pertama kali dibasuh itu bagian atas, tengah maupun bawah.

2. Membasuh muka Sebagai batasan muka, panjangnya adalah antara tempat tumbuhnya rambut sampai dengan di bawah ujung kedua rahangnya. Sedangkan lebarnya adalah antara kedua telinganya. Termasuk muka adalah berbagai rambut yang tumbuh di dalamnya seperti alis, bulu mata, kumis, jenggot, dan godek.  

3. Membasuh kedua tangan beserta kedua sikunya. Dianggap sebagai siku bila wujudnya ada meskipun di tempat yang tidak biasanya seperti bila tempat kedua siku tersebut bersambung dengan pundak. 

 4. Mengusap sebagian kecil kepala. Mengusap sebagian kecil kepala ini bisa hanya dengan sekadar mengusap sebagian rambut saja, dengan catatan rambut yang diusap tidak melebihi batas anggota badan yang disebut kepala.

Baca Juga  Jadwal Salat DKI Jakarta, Rabu 31 Desember 2025

   5. Membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki. Dalam hal ini yang dibasuh adalah bagian telapak kaki beserta kedua mata kakinya. Tidak harus membasuh sampai ke betis atau lutut. Diwajibkan pula membasuh apa-apa yang ada pada anggota badan ini seperti rambut dan lainnya.    Orang yang dipotong telapak kakinya maka wajib membasuh bagian yang tersisa.

  6. Tertib Yang dimaksud dengan tertib di sini adalah melakukan kegiatan wudhu tersebut secara berurutan sebagaimana disebut di atas, yakni dimulai dengan membasuh muka, membasuh kedua tangan beserta kedua siku, mengusap sebagian kecil kepala, dan diakhiri dengan membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki.   

 Demikian Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami dan Syekh Muhammad Nawawi Banten menjelaskan tentang rukun wudhu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *