KITAINDONESIASATU.COM – Rematik atau rheumatoid arthritis merupakan kondisi autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat, termasuk persendian.
Penyakit ini dapat mempengaruhi hampir seluruh sendi, termasuk sendi kaki, dan menimbulkan berbagai gejala yang bisa memburuk jika tidak ditangani.
Berikut beberapa gejala rematik pada kaki yang perlu diperhatikan:
Nyeri
Rasa nyeri yang menusuk di pergelangan hingga jari-jari kaki merupakan tanda utama rematik. Nyeri ini juga bisa dirasakan di area tubuh lain, seperti tangan, siku, atau panggul. Beberapa penderita mengalami nyeri lebih parah di pagi hari atau saat cuaca dingin.
Bengkak
Peradangan pada sendi kaki dapat meningkatkan produksi cairan sinovial, yang berfungsi sebagai pelumas sendi. Namun, jika jumlahnya berlebihan, sendi bisa membengkak dan menyebabkan ketidaknyamanan.
Kaku
Sendi kaki yang mengalami peradangan sering kali menjadi kaku, terutama setelah bangun tidur atau beraktivitas. Kekakuan ini terjadi karena pembengkakan yang menekan jaringan di sekitar sendi, membuatnya sulit digerakkan.
Sensasi Panas
Peradangan pada sendi kaki dapat meningkatkan suhu tubuh di area yang terkena, menimbulkan sensasi panas. Tidak seperti demam yang berfungsi melawan infeksi, panas akibat rematik justru tidak memberikan manfaat dan malah menimbulkan rasa tidak nyaman.
Kesemutan
Gangguan pada saraf dan pembuluh darah di sekitar sendi yang meradang bisa menyebabkan sensasi kesemutan, yang terkadang menjalar hingga ke betis.
Perubahan Bentuk Kaki
Kerusakan pada jaringan penghubung antartulang dan otot akibat rematik dapat menyebabkan perubahan bentuk kaki, yang berpengaruh pada fungsinya.
Kesulitan Berjalan
Jika rematik semakin parah, penderita bisa mengalami kesulitan berjalan. Dalam beberapa kasus, perubahan bentuk kaki yang signifikan bahkan dapat menyebabkan kecacatan permanen.
Gejala rematik pada kaki dapat membatasi aktivitas sehari-hari dan berisiko menyebabkan kerusakan sendi permanen jika tidak ditangani.
Oleh karena itu, jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter.
Konsultasi medis dapat dilakukan secara langsung atau melalui layanan telemedis agar diagnosis dan pengobatan yang tepat bisa segera diberikan.-***




