Namun, hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa prediksi tersebut berasal dari dokumen autentik Baba Vanga. Para pengamat juga mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap ramalan sebagai kepastian atas situasi geopolitik.
AI disebut mengubah kehidupan manusia
Selain isu geopolitik, ramalan Baba Vanga juga dikaitkan dengan perkembangan kecerdasan buatan atau AI. Sejumlah interpretasi menyebut tahun 2026 menjadi titik penting ketika AI semakin memengaruhi industri, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari.
Meski AI memang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, arah perkembangannya ditentukan oleh inovasi teknologi, regulasi, serta keputusan manusia, bukan berdasarkan ramalan.
Ramalan soal Rusia kembali menjadi sorotan
Prediksi mengenai perubahan kepemimpinan di Rusia juga ikut ramai dibahas. Beberapa versi menyebut akan muncul pemimpin baru yang menggantikan Vladimir Putin, bersamaan dengan meningkatnya ketegangan internasional.
Namun, klaim tersebut belum memiliki dasar yang dapat diverifikasi. Berbagai prediksi yang beredar lebih banyak berasal dari interpretasi media dan komunitas penggemar ramalan dibanding sumber primer.




