Umat diminta menyeleksi konten sebelum membagikan, memastikan tidak ada unsur dosa di dalamnya. Pesan ini relevan dengan realitas digital saat ini, di mana amal sholeh juga diuji di ruang virtual.
Prinsip ini mempertegas tips ibadah Ramadhan agar puasa lebih bermakna dalam kehidupan sehari-hari.
Niat puasa menjadi poin krusial dalam pesan Ramadhan 1447 H. Abuya menegaskan agar puasa diniatkan murni karena Allah, bukan demi tujuan duniawi semata.
Orientasi spiritual disebut sebagai kunci diterimanya amal sholeh. Dengan niat yang lurus, tips ibadah Ramadhan agar puasa lebih bermakna tidak sekadar teori, melainkan praktik nyata.
Abuya menutup pesannya dengan ajakan menjadikan Ramadhan 1447 H sebagai Ramadhan hati, bukan Ramadhan perut.
Fokus utama bukan pada hidangan atau penampilan, melainkan kedekatan dengan Allah.


