Lifestyle

Rahasia Sehat di Balik Daun Bawang: Kaya Gizi dan Rendah Kalori

×

Rahasia Sehat di Balik Daun Bawang: Kaya Gizi dan Rendah Kalori

Sebarkan artikel ini
daun bawang
Daun bawang (Ist)

KITAINIDONESIASATU.COM – Selain memperkaya cita rasa, daun bawang juga menyimpan banyak manfaat kesehatan berkat kandungan gizinya.

Dalam 100 gram daun bawang, terdapat sekitar 32 kalori, 7 gram karbohidrat, 1,8 gram protein, dan 2,5 gram serat.

Daun bawang juga mengandung kalium, kalsium, magnesium, vitamin C, dan vitamin K.

Selain itu, senyawa quercetin dan allicin di dalamnya bersifat antioksidan, antikanker, antibakteri, dan antiradang.

Kandungan tersebut membuat daun bawang bermanfaat untuk:

Meningkatkan daya tahan tubuh melalui vitamin C, magnesium, dan antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan.

Baca Juga  Ini 5 Tips Untuk Menjaga Tubuh Tetap Sehat Ketika Memasuki Musim Pancaroba

Mencegah sembelit, karena serat dan prebiotik membantu melancarkan pencernaan.

Menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL) berkat serat serta allicin.

Mengontrol tekanan darah melalui allicin dan kalium yang menjaga elastisitas pembuluh darah.

Mengurangi risiko diabetes, karena allicin memiliki efek antidiabetes dan karbohidrat kompleks di dalamnya mencegah lonjakan gula darah.

Mencegah kanker dengan antioksidan dan allicin yang menghambat pertumbuhan sel kanker.

Mendukung diet karena rendah kalori dan memberi rasa kenyang lebih lama.

Menguatkan tulang, berkat vitamin K dan kalsium yang penting untuk kesehatan tulang.

Baca Juga  Pagi Hari Lebih Sehat dengan Air Rebusan Kunyit, Ini Manfaatnya!

Meredakan peradangan dan nyeri sendi melalui senyawa antiradang seperti quercetin, fenol, dan tanin.

Untuk mendapatkan manfaat optimal, pilih daun bawang segar dan masaklah di tahap akhir agar kandungan allicin tidak hilang.

Potong daun bawang, diamkan 10 menit sebelum dimasak untuk meningkatkan kadar allicin.

Perlu diingat, tingginya vitamin K dapat mengganggu efektivitas obat pengencer darah.

Karena itu, penderita yang mengonsumsinya sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *