KITAINDONESIASATU.COM – Martabak telur dikenal sebagai camilan gurih yang digemari banyak orang.
Hidangan ini dibuat dari campuran telur, daging cincang, daun bawang, dan adonan tepung yang digoreng dengan minyak hingga renyah, sehingga kandungan kalorinya cukup tinggi.
Meski demikian, bukan berarti Anda harus menghindarinya sepenuhnya.
Martabak telur tetap bisa dinikmati dengan aman, asalkan porsinya terkontrol dan diimbangi dengan asupan bergizi lainnya.
Jumlah kalori martabak telur bervariasi tergantung ukuran dan bahan isian.
Sebagai gambaran, martabak telur mini seberat 50 gram umumnya mengandung sekitar 120–170 kalori.
Untuk ukuran sedang (100 gram), kalorinya berkisar 250–350 kalori.
Sementara satu porsi besar seberat 400–500 gram bisa mencapai 1.000–1.500 kalori, apalagi jika menggunakan banyak telur, tepung, dan daging.
Kalori ini dapat meningkat bila ditambah saus atau sambal yang mengandung gula dan lemak tambahan.
Mengonsumsi martabak telur secara berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan, seperti memicu kenaikan berat badan, meningkatkan risiko penyakit jantung, dan membuat asupan nutrisi harian menjadi tidak seimbang.
Agar tetap bisa menikmati martabak telur tanpa rasa khawatir, ada beberapa tips sehat yang bisa diterapkan.
Pertama, makan dalam porsi kecil untuk menjaga asupan kalori.
Kedua, tambahkan acar mentimun, tomat, atau lalapan segar guna menambah serat dan mengurangi rasa eneg akibat minyak.
Ketiga, pilih martabak dengan isian sayur agar lebih bernutrisi.
Keempat, batasi konsumsinya maksimal seminggu sekali.
Kelima, kurangi penggunaan saus manis atau sambal instan yang tinggi gula dan garam.
Terakhir, pertimbangkan untuk membuat martabak telur sendiri dengan sedikit minyak atau bahkan tanpa minyak.
Martabak telur boleh saja menjadi pilihan camilan, asalkan diatur porsinya, diimbangi dengan minum air putih, konsumsi buah dan sayur, serta aktivitas fisik yang cukup.
Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati rasanya tanpa mengorbankan kesehatan.-***




