Zat-zat ini berperan penting dalam menekan produksi sitokin inflamasi yang menjadi penyebab peradangan hati kronis.
Dengan demikian, pare mampu menenangkan peradangan dan melindungi sel hati dari kerusakan jangka panjang.
Tak hanya itu, pare juga mengandung polipeptida-P yang bekerja menyerupai insulin, membantu meningkatkan sensitivitas insulin serta mengurangi penumpukan lemak di hati.
Kombinasi labu dan pare memberikan efek sinergis: labu membantu mendetoksifikasi dan menyejukkan hati, sedangkan pare memperbaiki metabolisme gula dan lemak serta melawan peradangan.
Keduanya dapat dikonsumsi dalam bentuk sup, jus, atau smoothie. Namun, bagi penderita diabetes yang mengonsumsi obat, disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu karena pare dapat menurunkan kadar gula darah.***





