Pada bawang putih, terdapat senyawa alein yang berubah menjadi allicin ketika dihancurkan.
Senyawa ini kerap dibahas dalam penelitian terkait manfaat bawang putih dan jahe untuk daya tahan tubuh, terutama karena aktivitas biologisnya.
Sejumlah riset laboratorium menunjukkan senyawa belerang dalam bawang putih berpotensi mendukung respons imun.

Namun, dalam diskursus ilmiah mengenai manfaat bawang putih dan jahe untuk daya tahan tubuh, bukti klinis berskala besar masih dinilai terbatas.
Di sisi lain, jahe mengandung gingerol, komponen penting yang sering dikaitkan dengan efek antioksidan.
Senyawa ini menjadi alasan utama jahe populer dalam pembahasan manfaat bawang putih dan jahe untuk daya tahan tubuh.


