Di tempat itu ia bertemu dengan seorang pertapa sakti, dan setelah berdialog, lokasi tersebut dinamakan Parang Bolong. Dari kisah ini lahirlah nama Batu Bolong, yang secara harfiah berarti “batu berlubang”.
Hingga kini, pura tersebut dihormati sebagai Pura Kayangan Jagat tempat pemujaan Ida Batara Segara serta salah satu tujuan utama wisata religi Bali.***


