Lifestyle

Puasa Syawal: Khasiatnya bagi Tubuh Pasca Lebaran

×

Puasa Syawal: Khasiatnya bagi Tubuh Pasca Lebaran

Sebarkan artikel ini
opor ayam
Ilustrasi menu Lebaran.

KITAINDONESIASATU.COM – Pada momen Lebaran Idulfitri, berbagai makanan masuk ke dalam tubuh dan mungkin membahayakan bagi tubuhnya. Karena sajian menu Lebaran tak jarang mengandung banyak lemak, kolesterol, dan gula.

Terlebih lagi seiring berlalunya bulan Ramadan, di mana pola makan kaum muslimin sangat mungkin berubah drastis. Ya, dari yang semula terbiasa berpuasa rutin setiap hari menjadi rutin makan dari hari ke hari.

Nah, selama bulan Syawal atau Lebaran ini diharapkan ada antisipasi saat perubahan pola makan itu belum berlalu lama terjadi. Maka, pada saat itulah dianjurkan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal sebagai model adaptasi tubuh manusia agar tidak terlalu drastic berubah.

Baca Juga  Apa itu Lipstick Effect?

Selain itu, puasa sunnah enam hari bisa bermanfaat khusus. Dalam pandangan para ahli, bahwa pelaksanaan puasa dapat memberikan efek penguatan sistem kekebalan tubuh orang yang mengamalkannya.

Hal ini terjadi karena dengan berpuasa, sel darah putih yang merupakan sel yang berperan penting dalam sistem pertahanan tubuh akan meningkat. Sebagaimana yang telah diketahui oleh umum, sel darah putih dapat diibaratkan sebagai tentara yang menjaga tubuh manusia dari berbagai penyakit.

Seperti halnya sel lain yang hidup, maka sel darah putih bisa memperbanyak diri sehingga dapat menunjang imunitas. Ternyata, ketika seseorang berpuasa enam hari, sel darah putih akan berhasil memperbanyak diri dengan baik dan dapat diamati setelah enam hari puasa berlalu.  

Baca Juga  Jadwal Buka Puasa Hari Ini, 12 Maret 2025, untuk Wilayah Jabodetabek

Menurut penelitian di University of Osaka, Jepang, saat orang berpuasa memasuki hari ketujuh, jumlah sel darah putih akan meningkat, pada hari pertama sampai keenam tidak ditemukan peningkatan seperti itu, tetapi pada hari ketujuh terjadi penambahan dengan sangat cepat. Peningkatan sel darah putih secara otomatis meningkatkan kekebalan tubuh.

 Sel ini melindungi dari radang yang ada, sehingga banyak penyakit radang yang sembuh dengan berpuasa, seperti radang tenggorokan, radang hidung, dan lain-lain (Mustamir, 2007, Rahasia Energi Ibadah untuk Penyembuhan).

Maka, dianjurkan umat Muslim berpuasa sunnah Syawal enam hari secara berurutan, namun jika memang tidak bisa tidak apa-apa, karena toh tetap akan memberikan dampak bagi kesehatan tubuh.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *