Lifestyle

Polifagia, Ketika Nafsu Makan Tak Terkendali Meski Sudah Kenyang

×

Polifagia, Ketika Nafsu Makan Tak Terkendali Meski Sudah Kenyang

Sebarkan artikel ini
FotoJet 4 19
Ketika Nafsu Makan Tak Terkendali

KITAINDONESIASATU.COM – Polifagia atau hiperfagia adalah gangguan medis yang ditandai dengan nafsu makan berlebih yang tidak kunjung hilang meskipun sudah makan dalam jumlah cukup.

Polifagia dapat dipicu oleh faktor gaya hidup maupun kondisi medis tertentu.
Berikut adalah beberapa penyebab umum:

Kurang Tidur:
Kekurangan tidur memengaruhi hormon pengatur rasa lapar seperti ghrelin dan leptin, sehingga membuat tubuh merasa lapar terus-menerus.

Stres:
Hormon kortisol yang meningkat saat stres bisa memicu keinginan makan berlebih, terutama makanan tinggi gula dan lemak.

Baca Juga  Terungkap! Ini Alasan Ilmiah Mengapa Sebagian Orang Sulit Menahan Lapar

BACA JUGA: Tak Hanya Lezat, Ini Alasan Daging Sapi Baik untuk Tubuh

Pola Makan Tidak Seimbang:
Konsumsi makanan rendah nutrisi, seperti makanan cepat saji atau tinggi gula sederhana, membuat tubuh cepat merasa lapar kembali.

Makan Terlalu Cepat:
Saat makan terburu-buru, otak belum menerima sinyal kenyang sehingga tubuh merasa belum cukup makan.

Sindrom Pramenstruasi (PMS):
Perubahan hormon saat PMS dapat memicu peningkatan nafsu makan, terutama terhadap makanan manis atau asin.

Hiperglikemia:
Gula darah tinggi akibat ketidakmampuan sel menyerap glukosa karena kekurangan insulin membuat tubuh kekurangan energi dan merasa lapar terus, terutama pada penderita diabetes.

Baca Juga  Ramalan Bintang Selasa 18 Februari 2025: Cek Keberuntungan dalam Karier, Cinta dan Kesehatan Anda Hari Ini

Hipoglikemia:
Gula darah yang terlalu rendah, sering terjadi pada penderita diabetes yang salah mengatur dosis obat, juga memicu sinyal lapar sebagai respons tubuh.

Hipertiroidisme:
Aktivitas hormon tiroid yang berlebihan meningkatkan metabolisme dan nafsu makan.

Jika Anda mengalami lapar yang tidak normal dan sulit dikendalikan, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *