Lifestyle

Pestisida Organik dan Makanan Organik: Apa Bedanya, Apa Risikonya?

×

Pestisida Organik dan Makanan Organik: Apa Bedanya, Apa Risikonya?

Sebarkan artikel ini
FotoJet 7 3
Pestisida organik

KITAINDONESIASATU.ACOM – Pestisida organik, atau disebut juga pestisida nabati, merupakan pengendali hama yang terbuat dari bahan alami seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme.

Berbeda dari pestisida kimia, residu pestisida organik lebih mudah terurai di tanah, sehingga dianggap lebih aman bagi lingkungan, manusia, dan hewan.

Seberapa Aman Pestisida Organik?

Meski disebut “organik”, bukan berarti pestisida jenis ini selalu aman.

Banyak orang keliru menganggap bahwa label organik menjamin bebas risiko.
Faktanya, jika tidak digunakan dengan benar, beberapa pestisida organik bisa meninggalkan residu beracun yang setara atau bahkan lebih tinggi daripada pestisida kimia.

Baca Juga  Nikmatnya Sambal Teri Kecombrang, Pas Disajikan untuk Makan Siang, Ini Resep dan Cara Masak

Oleh karena itu, penting untuk mencuci sayur dan buah dengan air mengalir selama 30 detik hingga 1 menit, atau menggunakan larutan khusus pencuci makanan agar sisa pestisida dapat berkurang.

Makanan Organik, Apakah Bebas Pestisida?

Makanan organik belum tentu bebas pestisida.

Menurut peraturan pertanian, petani tetap diperbolehkan menggunakan pestisida organik dalam sistem pertanian organik.
Karena itu, meski lebih alami, makanan organik masih mungkin mengandung residu pestisida.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa manfaat kesehatan dari makanan organik belum sepenuhnya terbukti, karena gaya hidup sehat konsumen organik sering menjadi faktor pendukung utama.

Baca Juga  Acara Indosiar Selasa, 24 Juni 2025 D'Academy 7 - Final Audition Group 7 dan Mega Film Asia - Crime Story

Namun, tidak ada salahnya memilih makanan organik, asalkan kandungan pestisidanya tidak melebihi Batas Maksimum Residu (BMR) yang ditetapkan pemerintah.

Jika Anda mengalami reaksi setelah mengonsumsi makanan yang diduga mengandung pestisida, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *