KITAINDONESIASATU.COM – Pulau Ahe menjadi salah satu tujuan wisata favorit bagi wisatawan mancanegara karena keindahan alamnya yang memesona.
Pulau ini hampir selalu ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati suasana alami dan pemandangan yang menenangkan.
Tidak hanya menawarkan panorama darat yang menyejukkan, Pulau Ahe juga menyimpan keindahan bawah laut yang luar biasa, lengkap dengan terumbu karang dan kekayaan biota laut lainnya.
Selain alamnya yang menawan, kekayaan seni dan budaya tradisional yang hidup di Pulau Ahe juga menjadi daya tarik tersendiri.
Pertunjukan seni lokal kerap digelar untuk para wisatawan, memberikan pengalaman budaya yang autentik sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga setempat.
Setiap pertunjukan seni yang ditampilkan dihargai oleh para pengunjung, menjadikannya sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Pulau Ahe memiliki luas sekitar 300 meter persegi dan menyimpan sisa-sisa sejarah berupa reruntuhan kapal perang dari era Perang Dunia II, yang sebagian besar telah dipindahkan ke daratan.
Keindahan lautnya yang jernih, dihiasi dengan gugusan terumbu karang, menjadi daya tarik utama bagi para penyelam dan pencinta alam laut.
Pengelolaan objek wisata ini dilakukan oleh warga lokal, bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua.
Untuk mencapai Pulau Ahe, pengunjung dapat menempuh perjalanan laut menggunakan speedboat atau longboat sekitar 20 menit dari pusat kabupaten, atau sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Nabire.
Untuk akses awal, wisatawan bisa berangkat dari Kota Nabire menuju Pelabuhan Samabusa, lokasi kantor Satpol Air Polres Nabire, yang bisa dijangkau dengan perjalanan darat selama 30 menit. Dari sana, perahu sewaan siap membawa pengunjung menuju Pulau Ahe dalam waktu sekitar satu jam.-***


