KITAINDONESIASATU.COM – Pemeriksaan fisik jantung merupakan langkah penting, terutama bagi individu yang mengalami gejala seperti nyeri dada, detak jantung tidak teratur, atau bagi mereka yang memiliki riwayat serta faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, seperti hipertensi dan penyakit jantung koroner. Pemeriksaan fisik ini dianjurkan untuk dilakukan secara rutin, terutama jika gejala tersebut muncul secara berulang dan mencurigakan.
Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan terlebih dahulu menanyakan berbagai gejala yang dirasakan pasien, seperti nyeri di dada, detak jantung yang tidak beraturan, adanya pembengkakan (edema), kesulitan bernapas saat berbaring, atau sering mengalami pingsan.
Selain itu, dokter juga akan menelusuri riwayat kesehatan pasien, termasuk kebiasaan-kebiasaan yang mempengaruhi kondisi jantung, seperti merokok, konsumsi alkohol, serta riwayat penyakit keluarga yang terkait dengan hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau serangan jantung.
Setelah mengumpulkan informasi, dokter akan melanjutkan dengan pemeriksaan fisik jantung yang dilakukan melalui beberapa tahap berikut di bawah ini:
BACA JUGA: Gejala Penyakit Jantung Mulai Membaik, Ini Tandanya!
Inspeksi – Pada tahap ini, dokter memeriksa bentuk dan kondisi dada pasien, pembuluh darah di leher, serta mencari tanda-tanda pembengkakan di tungkai atau organ lain.
Palpasi – Pada tahap ini, dokter meraba detak jantung di permukaan dada untuk mendeteksi kemungkinan kelainan pada jantung atau adanya penumpukan cairan di tubuh.
Perkusi – Dengan mengetuk area dada, dokter dapat menilai bunyi yang dihasilkan untuk mengidentifikasi kondisi jantung dan paru-paru.
Auskultasi – Menggunakan stetoskop, dokter mendengarkan suara jantung dan napas untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada organ tersebut.
Jika hasil pemeriksaan fisik menunjukkan gejala yang mengarah pada penyakit jantung, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, seperti elektrokardiogram (EKG), ekokardiogram, CT scan, tes darah, rontgen, atau angiografi untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.
Guna mengurangi risiko penyakit jantung, pasien dianjurkan menjalani gaya hidup sehat, seperti berhenti merokok, mengatur pola makan yang sehat, menjaga berat badan ideal, berolahraga secara teratur, serta mengelola stres dan tekanan darah dengan baik.- ***



