Lifestyle

Pantai Lamaru, Wisata Favorit dengan Nuansa Alam dan Aktivitas Seru di Balikpapan

×

Pantai Lamaru, Wisata Favorit dengan Nuansa Alam dan Aktivitas Seru di Balikpapan

Sebarkan artikel ini
PANTAI LAMARU
Pantai Lamaru.

KITAINDONESIASATU.COM – Pantai Lamaru merupakan salah satu tujuan wisata paling diminati di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Terletak di Desa Teritip, Kecamatan Lamaru, pantai ini berada di sisi timur Pantai Manggar Segara Sari dan langsung menghadap Laut Sulawesi.

Dengan hamparan pasir putih dan air laut yang jernih kebiruan, pantai ini menawarkan suasana tenang dan ombak yang cukup ramah untuk berbagai aktivitas air, seperti berenang dan bermain air.

Akses menuju Pantai Lamaru cukup mudah. Hanya butuh sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota Balikpapan, atau sekitar satu jam jika menggunakan taksi (dikenal sebagai pete-pete oleh warga setempat) dari Bendungan Manggar.

Baca Juga  Acara Net TV Minggu, 13 April 2025: ada Cahaya Cinta, My Lecturer My Husband S1 dan Layangan Putus

Rute umum menuju lokasi dapat melalui Jalan Iswahyudi atau Jalan Sudirman, lalu menyambung ke Jalan Lingkar hingga ke arah Senipah atau Semboja, sekitar 15 km dari Bandara Sepinggan.

Pantai ini membentang sepanjang dua mil dari Teritip ke arah Batakan.

Saat air laut surut, pasir pantai terlihat luas dan datar, ideal untuk bermain bola, voli pantai, atau sekadar bermain pasir.

Di balik hamparan pasir, terdapat barisan pepohonan rindang yang memberikan keteduhan, serta deretan warung beratap rumbia yang menyajikan berbagai hidangan seperti nasi ayam, soto banjar, dan ikan bakar.

Baca Juga  Jangan Anggap Sepele! Sering Lewatkan Sikat Gigi Malam Ternyata Bisa Picu Penyakit Serius

Kelapa muda menjadi favorit, dan hanya dengan lima ribu rupiah, pengunjung bisa menikmatinya dengan tambahan es, gula pasir, atau gula merah khas Sulawesi.

Salah satu daya tarik unik di sini adalah perahu sepeda yang bisa dikayuh di air dangkal.

Tersedia berbagai model, mulai dari kapasitas tiga hingga tujuh orang, dengan desain mirip perahu tradisional Sandeq.

Bahkan, anak-anak lokal pun ikut mengoperasikan perahu ini sepulang sekolah.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *