KITAINDONESIASATU.COM – Kolesterol tinggi tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak.
Penyebab utama kolesterol tinggi pada anak meliputi faktor keturunan, pola makan yang tidak sehat, dan obesitas.
Oleh karena itu, penting untuk memahami lebih lanjut tentang kolesterol pada anak dan cara mengelolanya.
Kolesterol dibutuhkan oleh tubuh untuk membangun jaringan dan memproduksi hormon.
Namun, jika kadar kolesterol terlalu tinggi, ia dapat menumpuk di pembuluh darah arteri dan mengganggu aliran darah ke organ penting seperti jantung dan otak. Jika tidak ditangani dengan baik, kolesterol tinggi pada anak bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke di masa depan.
Untuk memeriksa kadar kolesterol pada anak, biasanya dilakukan tes mulai usia 9 hingga 11 tahun, dengan pemeriksaan ulang pada usia 17 hingga 21 tahun.
Namun, jika anak memiliki faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, diabetes, atau riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung, tes kolesterol disarankan sejak usia 2 tahun.
Cara utama untuk mengatasi kolesterol tinggi pada anak adalah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.
Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:
Mengurangi konsumsi makanan tinggi kolesterol seperti gorengan, kentang goreng, burger, dan makanan olahan lainnya. Sebagai gantinya, gunakan bahan masakan yang lebih sehat, seperti minyak zaitun atau minyak kacang tanah.
Menerapkan pola makan sehat, dengan memberi anak makanan rendah lemak jenuh dan trans, seperti yoghurt rendah lemak, oatmeal, sayuran, dan buah-buahan. Pastikan juga mengurangi asupan gula tambahan.
Berolahraga secara teratur, seperti berenang, bersepeda, atau berjalan kaki, selama 60 menit setiap hari, untuk membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung.
Langkah-langkah ini juga dapat diterapkan oleh seluruh anggota keluarga agar anak lebih mudah menirunya.
Jika merasa kesulitan, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.-***




