KITAINDONESIASATU.COM – Selama di bulan Syawal dianjurkan untuk mengerjakan puasa Syawal selama enam hari. Puasa Syawal bisa digabung sekaligus dengan puasa sunnah Senin dan Kamis.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata:
اذا اتفق أن يكون صيام هذه الستة في يوم الاثنيَّ أو الخميس فانه يحصل على الجرين بنية أجر اليام الستة وبنية أجر يوم الاثنيَّ والخميس لقوله صلى الله عليه وسلَ انما العمال بالنيات وإنما لكل امرء ما نوى
Artinya: “Apabila puasa Syawal enam hari ini bertepatan dengan hari Senin dan Kamis, maka sesungguhnya bisa mendapatkan dua pahala dengan niat puasa Syawal enam hari dan puasa Senin-Kamis. Hal itu berdasarkan sabda Nabi SAW, ‘Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan hanyalah seseorang mendapatkan apa yang dia niatkan.”
Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin juga memberikan keterangan serupa, ia berkata:
“Ketahuilah terkadang ditemukan dua sebab dalam puasa, seperti puasa Arafah atau Asyura bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, atau hari Senin atau Kamis bertepatan dengan puasa enam hari Syawal. Dalam keadaan ini, sangat dianjurkan berpuasa untuk menjaga dua sebab tersebut. Jika seseorang berniat melakukan keduanya, maka dia mendapatkan keduanya. Ini seperti bersedekah kepada famili yang niat sedekah dan silaturrahmi.”
Berikut niat bacaaan Puasa Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.
Dan, berikit bacaan niat puasa Syawal digabung puasa Senin Kamis:
وَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّال وَعَنْ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwaali wa ‘an shauma yaumal khamisi lillaahi ta’aala
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal dan puasa sunnah Kamis esok hari karena Allah SWT.
Demikianlah niat puasa Syawal digabung dengan puasa Senin Kamis. Semoga bermanfaat. (*)


