KITAINDONESIASATU.COM – Seorang penumpang tertangkap kamera mencatok rambutnya di dalam gerbong kereta api.
Aksi tersebut dibagikan oleh akun X @not***yy pada Rabu (22/1/2025). Dalam foto yang diunggah, terlihat seorang perempuan menggunakan stop kontak di kereta untuk mencolokkan alat catok rambutnya.
“Serius nanya, ini bikin bahaya kereta enggak sih? Di kereta dengan PD-nya catokan? G**** BGT ***** NORAKKK UDAH GEDE GABISA BACA padahal udah ada tulisan khusus hp laptop ipad doang”
Perlu diketahui, fasilitas stop kontak di kereta api hanya diperuntukkan untuk mengisi daya perangkat seperti ponsel, tablet, atau laptop.
BACA JUGA : KAI Mohon Maaf atas Gangguan Perjalanan Akibat Banjir di Semarang, Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas
Penggunaan stop kontak untuk alat elektronik lain, termasuk yang membutuhkan daya besar, dilarang.
Hal ini karena penggunaan daya listrik yang berlebihan dan serentak dapat mengganggu sistem kelistrikan kereta.
“Siapa yang hobinya suka catokan rambut, saat lagi perjalanan di atas kereta api? Mulai sekarang, setop melakukan kebiasaan itu yaa! Fasilitas stop kontak atau colokan listrik yang ada di kereta api hanya diperuntukan buat mengisi daya gadget, seperti: hand phone, tablet, laptop, TWS, power bank, dan perangkat lain yang tidak memiliki konsumsi daya watt besar.” kata KAI dalam postingan di @KAI121 pada Februari 2024 lalu.
Kereta api memiliki batas daya listrik tertentu. Jika daya terlampaui, fasilitas seperti AC, lampu, dan sistem lainnya dapat ikut terdampak.
Oleh sebab itu, penumpang diwajibkan mematuhi aturan penggunaan stop kontak yang sudah diinformasikan melalui stiker di gerbong kereta.
Selain alat catok rambut, perangkat elektronik lain seperti kipas angin portabel atau peralatan rumah tangga juga tidak diperbolehkan menggunakan stop kontak di kereta.
Bahaya Memakai Stop Kontak Kereta untuk Perangkat Daya Besar
Kapasitas Arus Terbatas
Sama seperti sistem kelistrikan bus yang memiliki arus terbatas, sistem kelistrikan di dalam kereta dirancang untuk mendukung kebutuhan daya ringan, seperti pengisian daya ponsel melalui USB port.
Catokan, yang membutuhkan daya tinggi untuk memanaskan elemen listriknya, dapat melebihi kapasitas arus listrik yang tersedia, sehingga memicu kerusakan atau lonjakan listrik.
Risiko Arcing dan Flashover
Penggunaan peralatan elektronik berdaya tinggi, seperti catokan, dapat meningkatkan risiko arcing (loncatan bunga api listrik) atau flashover.
Jika kabel catokan mengalami masalah, seperti putus atau isolasi kabel yang rusak, hal ini dapat menyebabkan loncatan bunga api.
Lonjakan temperatur akibat arcing dapat membakar isolasi kabel dan memicu kebakaran.
Stop Kontak Tidak Aman
Stop kontak di kereta tidak selalu dirancang untuk memegang plug alat listrik berat dengan aman.
Jika koneksi antara stop kontak dan alat tidak stabil, hal ini dapat memicu arcing yang menyebabkan percikan api.
Dalam ruang tertutup seperti kereta, kebakaran yang dipicu oleh perangkat elektronik dapat menimbulkan ancaman besar bagi keselamatan penumpang.
Sebuah insiden kecil dapat berkembang menjadi bencana karena terbatasnya akses evakuasi di dalam kereta.
Kesimpulannya, penggunaan alat elektronik berdaya tinggi, termasuk catokan, sangat tidak dianjurkan di kereta karena berisiko memicu kebakaran akibat keterbatasan sistem kelistrikan.




