“Saya mencintai tato dan makna visualnya,” ujar August kepada media sebagimana laporan dailystar.
Ia menggambarkan hubungannya dengan tato datang secara bertahap. Ada masa-masa ia menato tubuhnya secara intens, lalu berhenti cukup lama tanpa menambah tato baru.
Ia mengaku tidak pernah menghitung jumlah tato yang ada di tubuhnya, begitu juga total waktu yang dihabiskan. Setiap sesi bisa berlangsung dari 30 menit hingga lima jam, tergantung desain dan area tubuh.
Keuntungan menato diri sendiri, menurut August, adalah soal biaya. Sebagian besar karyanya dibuat melalui pertukaran, latihan, atau proyek pribadi. Namun soal rasa sakit, tetap tidak bisa dihindari.
“Saya ingin memperbarui tato lama sekaligus menambahkan warna. Jadi saya memilih tanaman merambat merah. Prosesnya sekitar dua jam,” katanya. Ia menilai tingkat rasa sakitnya mencapai delapan dari sepuluh.
Meski mengaku tidak selalu menikmatinya, August menyebut proses tersebut tetap menarik. “Bagi siapa pun yang ingin mencoba hal serupa, semoga beruntung,” ujarnya setengah bercanda.***


