KITAINDONESIASATU.COM – Ada sejumlah ciri-ciri puasa kamu tidak diterima Allah SWT. Maka, harus diperhatikan tanda-tandanya agar ibadah yang kamu lakukan dapat bernilai ibadah dan tidak sia-sia.
Puasa, dalam istilah terminologi atau syara’ berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa dengan disertai niat berpuasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan syarat-syarat tertentu.
Puasa wajib atau puasa fardhu adalah puasa yang harus dilakukan oleh setiap mukallaf atau orang Islam yang berakal dan sudah baligh, yang mampu melaksanakannya.
Sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 184-185:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣ اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ١٨٤
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan orang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan) itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Berikut Ciri-ciri puasa tidak diterima Allah SWT:
- Tidak Ikhlas
Dalam melakukan setiap amaliah harus Ikhlas, dan memang tidaklah mudah. Karena iblis dan setan berjanji kepada Allah SWT untuk menyesatkan dan menggoda manusia.
Perkataan iblis ini terdapat dalam salah satu ayat Al-Qur’an pada surah Al-Hijr ayat 39-40 yang berbunyi,
قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ ٣٩ اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ ٤٠
Artinya: Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka.”
Maka, Ketika melakukan ibadah puasa hendaklah Ikhlas karena semata-mata mengharap rida Allah SWT.
- Tak Sesuai Syariat
Puasa yang dikerjakan harus sesuai syariat. Ingat, agama Islam ini sudah disempurnakan oleh Allah SWT sebelum Nabi Muhammad SAW wafat. Karenanya, kita tidak bisa seenaknya saja menambahkan atau mengurangi apa pun yang sudah ditetapkan di dalamnya, khususnya perihal puasa.
- Belum Berzakat
Zakat belum dibayarkan, baik zakat mal atau zakat fitrah. Barang siapa lupa membayar zakat, maka puasa Ramadan yang telah dikerjakan tidak bisa tembus langit karena Allah SWT telah menolaknya.
Demikianlah ciri-ciri puasa tidak diterima Allah SWT. Semoga dengan mengetahui hal ini maka kita lebih berhati-hati dalam menjalankan ibadah puasa. Aamiin. (*)



