Lifestyle

Misteri Perisai Suku Papua: Antara Fungsi, Simbol dan Spiritualitas

×

Misteri Perisai Suku Papua: Antara Fungsi, Simbol dan Spiritualitas

Sebarkan artikel ini
PERISAI ASMAT
Perisai Asmat

KITAINDONESIASATU.COM – Dalam tradisi Papua, perisai bukan hanya alat pertahanan, tetapi juga sarana spiritual yang sangat sakral.

Biasanya, perisai diukir sebelum melakukan serangan balasan atas kematian seorang leluhur.

Nama perisai diambil dari leluhur yang telah wafat, dan dipercaya bahwa roh sang leluhur akan bersemayam di dalam perisai tersebut.

Kehadirannya memberi kekuatan, keberanian, dan perlindungan kepada pemiliknya, bahkan diyakini bisa memengaruhi si pemilik secara emosional dan fisik.

Perisai ini dibuat dari akar pohon bakau yang ringan dan pipih, lalu diukir menjadi papan setebal sekitar setengah inci, dengan bagian yang dibiarkan menonjol sebagai pegangan.

Baca Juga  Nonton Seven Dials Episode 1 dan 2 Legal Bukan Asalnya LK21, Balik ke Tahun 1920an

Bagian depan dihiasi ukiran timbul yang rumit, menampilkan simbol-simbol seperti gading babi hutan, ekor kanguru pohon, rubah terbang, dan pusaran air.

Simbol-simbol ini dipercaya memiliki kekuatan mistis yang mampu menakuti atau melumpuhkan musuh hanya dengan pandangan.

Karena daya magisnya, simbol-simbol tersebut harus “dijinakkan” melalui ritual khusus.

Salah satunya adalah yamas pokumbu, sebuah pesta adat yang digelar untuk mengundang roh leluhur masuk ke dalam perisai.

Roh ini harus dipelihara dengan baik, karena bila diabaikan, dapat menyebabkan kegagalan berburu, penyakit, atau kerusakan pada sumber makanan seperti pohon sagu.

Baca Juga  Mengenal Elektrolit: Jenis, Fungsi, dan Pentingnya bagi Tubuh

Dalam upacara, perisai dihias dengan rumbai daun sagu dan diletakkan berdekatan agar roh-roh di dalamnya bisa berinteraksi.

Perisai juga biasa diposisikan di depan rumah sebagai pelindung dari gangguan roh jahat dan manusia asing.

Ciri perisai bervariasi tergantung daerah: ada yang menampilkan simbol falus, kepala, atau wajah leluhur di bagian atasnya.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *