KITAINDONESIASATU.COM – Halmahera, juga dikenal sebagai Jailolo atau Gilolo, merupakan pulau terbesar di Kepulauan Maluku dan termasuk dalam wilayah Provinsi Maluku Utara.
Ibu kota provinsi, Sofifi, terletak di bagian barat pulau ini. Secara administratif, Halmahera terbagi menjadi lima kabupaten: Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Halmahera Tengah.
Bentuk pulau ini menyerupai huruf K, mirip miniatur Pulau Sulawesi. Lanskapnya memukau dengan pantai berpasir putih, hutan tropis yang masih alami, serta pemandangan Gunung Mamuya yang menjulang di kejauhan.
Pulau ini didominasi oleh pegunungan dan dikelilingi oleh sejumlah pulau kecil yang sebagian besar masih tertutup hutan lebat.
Dengan luas lebih dari 17.000 km² dan tingkat kepadatan penduduk yang rendah, Halmahera menjadi bagian dari kawasan yang lebih luas bernama Moro.
Wilayah ini mencakup pulau Halmahera, garis pantainya, dan pulau Morotai di bagian utara.
Pada abad ke-15 dan ke-16, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Kesultanan Ternate.
Kemudian, pada pertengahan abad ke-16, Halmahera menjadi lokasi penting bagi misi Yesuit Portugis, salah satunya dipimpin oleh St. Franciscus Xavier.
Halmahera juga memainkan peran strategis dalam Perang Dunia II. Jenderal Amerika Douglas MacArthur sempat bermarkas di pulau dekat Daruba untuk merencanakan serangan ke Filipina dan wilayah Pasifik lainnya.
Pangkalan udara militer di Daruba memiliki tujuh landasan pacu yang masih dapat ditemukan hingga kini.
Hingga saat ini, sisa-sisa perang seperti senjata dan amunisi masih ditemukan di Pulau Dangkal.-***


